Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARADIGMA kesehatan masyarakat kini mengalami pergeseran signifikan. Imunisasi tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan masa kanak-kanak semata, melainkan sebuah perlindungan berkelanjutan yang krusial di setiap tahap kehidupan. Konsep yang dikenal sebagai life-course immunization ini menekankan pentingnya proteksi kesehatan sejak bayi, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Sejalan dengan strategi global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Immunization Agenda 2030, pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan penyakit menular yang masih mengancam. Momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 (24–30 April) menjadi pengingat pentingnya memperluas cakupan imunisasi guna membangun ketahanan kesehatan nasional.
Dalam upaya memperkuat literasi kesehatan, MSD Indonesia kembali menyelenggarakan forum IVAXCON 2026 pada 24–26 April 2026 di Jakarta. Memasuki tahun kedua, forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, sektor swasta, hingga komunitas untuk menjawab tantangan besar: misinformasi.
Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih ditemukannya kasus berat penyakit yang seharusnya dapat dicegah.
"Dalam praktik klinis, kami masih menemukan kasus campak dan pneumonia yang sudah berat. Tantangan terbesar saat ini bukan hanya akses, tetapi juga misinformasi yang membuat orangtua ragu," ujarnya dalam diskusi di IVAXCON 2026, Sabtu (25/4).
Berikut adalah ringkasan risiko penyakit dan pentingnya imunisasi berdasarkan fase kehidupan yang dibahas dalam forum tersebut:
| Fase Kehidupan | Risiko Penyakit Utama | Tujuan Imunisasi |
|---|---|---|
| Bayi & Anak-anak | Campak, Pneumonia, Polio, Pertusis | Membangun kekebalan dasar dan mencegah komplikasi berat. |
| Remaja & Usia Produktif | HPV (Kanker Serviks), Hepatitis B, Varicella | Perlindungan jangka panjang terhadap kanker dan penyakit menular seksual. |
| Dewasa & Lansia | Influenza, Pneumokokus (Meningitis), Herpes Zoster | Menjaga kualitas hidup dan mencegah penurunan fungsi organ akibat infeksi. |
Kelompok usia produktif sering kali abai terhadap risiko penyakit menular. dr. Darrell Fernando, Sp.OG, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, menyoroti infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi pemicu utama kanker serviks. Menurutnya, pergeseran pola pikir dari pengobatan ke pencegahan adalah kunci utama.
"Sering kali pasien datang ketika penyakit sudah tahap lanjut. Padahal pencegahan melalui imunisasi, termasuk HPV, jauh lebih efektif dibandingkan penanganan di tahap akhir," tegas dr. Darrell.
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan bahwa life-course immunization bukan sekadar pilihan medis, melainkan investasi strategis bagi sistem kesehatan negara. Dengan mencegah penyakit sejak dini dan berkelanjutan, beban finansial sistem kesehatan dapat ditekan secara signifikan.
“Pencegahan yang tepat tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu sistem kesehatan menjadi lebih efisien. Melalui IVAXCON 2026, kami mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan informasi berbasis bukti yang mudah dipahami publik,” kata George.
Melalui sinergi antara edukasi yang masif dan akses yang merata, pendekatan imunisasi sepanjang hayat diharapkan mampu menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan tangguh terhadap ancaman penyakit di masa depan. (Z-1)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
PAPDI menekankan pentingnya vaksinasi MMR bagi orang dewasa guna mencegah penularan campak yang tinggi dan risiko komplikasi serius.
Dokter spesialis penyakit dalam ingatkan risiko komplikasi campak bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan penderita gangguan imun. Simak penanganannya.
Epidemiolog menekankan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi sebagai langkah utama mengendalikan penyebaran campak dan mencegah risiko KLB.
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pembukaan simposium ilmiah yang menjadi bagian dari forum IVAXON 2026 di Jakarta.
Dante juga menjelaskan anak yang telah diimunisasi akan mencegah terjadi penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Sebanyak 281 ribu anak di Aceh masuk kategori zero dose atau belum pernah imunisasi. Simak penyebab, dampak, dan upaya Dinkes Aceh mengatasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved