Belum Imunisasi, 281 Ribu Anak di Aceh Masuk Kategori Zero Dose, Ini Penyebabnya

Abi Rama
18/4/2026 14:05
Belum Imunisasi, 281 Ribu Anak di Aceh Masuk Kategori Zero Dose, Ini Penyebabnya
Petugas kesehatan melakukan imunisasi polio pada anak di Aceh.(Dok. MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

CAKUPAN imunisasi di Provinsi Aceh masih menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan setempat. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, tercatat sekitar 281 ribu anak masuk dalam kategori zero dose atau belum pernah menerima imunisasi sama sekali selama periode 2021–2025. Angka ini menunjukkan realitas yang mengkhawatirkan, di mana dua dari tiga bayi di Aceh belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Istilah zero dose merupakan indikator global yang digunakan untuk mengukur akses terhadap layanan kesehatan dasar. Indikator ini merujuk pada jumlah bayi di bawah usia satu tahun yang belum mendapatkan dosis pertama vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus).

Faktor Penyebab Rendahnya Cakupan Imunisasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor persepsi masyarakat dan kondisi sosial yang kompleks.

Beberapa hambatan utama yang diidentifikasi di lapangan antara lain:

  • Kekhawatiran Efek Samping: Banyak orang tua enggan membawa anak mereka karena takut akan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti demam ringan.
  • Faktor Sosial dan Izin Keluarga: Kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga serta keharusan istri memperoleh izin suami menjadi kendala aksesibilitas.
  • Rendahnya Kesadaran: Sebagian masyarakat masih belum memahami urgensi imunisasi sebagai perlindungan jangka panjang.
  • Dukungan Anggaran: Komitmen pemerintah daerah dalam alokasi anggaran dinilai sangat krusial dalam menentukan keberhasilan program di tingkat akar rumput.

Menanggapi kekhawatiran orang tua, dr. Iman menegaskan bahwa demam pasca-imunisasi adalah respons tubuh yang normal. "Demam itu hal biasa setelah imunisasi, sebagai tanda respons tubuh terhadap vaksin, dan tidak perlu ditakuti," jelasnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Dinkes Aceh.

Satu penderita campak memiliki potensi menularkan penyakit kepada 12 hingga 18 orang lainnya jika kekebalan kelompok (herd immunity) tidak terbentuk.

Risiko Wabah dan Pentingnya Herd Immunity

Dokter spesialis anak, dr. Aslinar, memperingatkan bahwa rendahnya cakupan imunisasi membuka celah lebar bagi terjadinya wabah Penyakit menular yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Saat ini, terdapat lebih dari 20 jenis penyakit berbahaya yang dapat dicegah secara efektif dan efisien melalui vaksinasi.

"Rendahnya cakupan imunisasi dapat membuka peluang terjadinya wabah penyakit menular," tegas dr. Aslinar. Ia menekankan bahwa imunisasi bukan sekadar perlindungan individu, melainkan upaya kolektif untuk membentuk kekebalan kelompok.

Langkah Strategis dan Praktik Baik

Dinas Kesehatan Aceh tengah menjalankan sejumlah strategi percepatan untuk mengejar ketertinggalan cakupan, di antaranya:

  1. Imunisasi Kejar (Catch-up Immunization): Menyasar anak usia 3 hingga 5 tahun yang terlewat jadwal imunisasinya melalui kunjungan rumah dan skrining ketat di Posyandu.
  2. Penguatan Satgas: Membentuk dan mengaktifkan kembali satuan tugas imunisasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
  3. Peningkatan Kapasitas Nakes: Melakukan on the job training bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan.
  4. Kebijakan Berbasis Sekolah: Mengadopsi praktik baik dari Kota Lhokseumawe yang mewajibkan sertifikat imunisasi bagi anak sekolah, yang terbukti efektif meningkatkan angka partisipasi secara signifikan.

Melalui berbagai momentum seperti Pekan Imunisasi Dunia, pemerintah berharap kesadaran kolektif masyarakat Aceh dapat meningkat demi melindungi generasi mendatang dari ancaman penyakit menular yang mematikan.

(Data Dinas Kesehatan Aceh (2021-2025)/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya