Pentingnya Vaksinasi Influenza Tahunan untuk Anak dan Lansia

Basuki Eka Purnama
24/4/2026 21:48
Pentingnya Vaksinasi Influenza Tahunan untuk Anak dan Lansia
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Dermaga Raya, Jakarta, Selasa (6/1/2026).(MI/HO)

VAKSINASI influenza bukan sekadar pelengkap, melainkan perlindungan krusial yang dibutuhkan oleh seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia, dr. Kanya Ayu, Sp.A, menegaskan bahwa virus influenza memiliki potensi penularan yang tinggi dan dapat mengancam nyawa jika tidak diantisipasi dengan tepat.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (24/4), Kanya menjelaskan bahwa influenza tidak mengenal batasan usia. Virus ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di antara berbagai jenis virus lainnya. Di Indonesia, influenza sering kali menjadi pemicu komplikasi serius seperti pneumonia.

"Sampai lansia pun harus dilindungi dengan vaksin influenza. Siapa saja bisa terpapar. Pneumonia dan diare masih menjadi penyebab angka kesakitan dan kematian terbanyak untuk anak di bawah tiga dan lima tahun, di mana salah satu pemicu utamanya adalah virus influenza," ujar dr. Kanya.

Bahaya Pneumonia dan Risiko Penularan

Pneumonia yang dipicu oleh influenza dapat merusak saluran pernapasan secara signifikan. Kondisi ini memudahkan bakteri atau virus lain untuk menginfeksi paru-paru. Gejala yang muncul biasanya meliputi demam tinggi, sesak napas, batuk berdahak, nyeri otot, hingga sakit kepala hebat. Bagi pasien dengan penyakit penyerta (komorbid), kondisi ini bisa berakibat fatal.

Selain risiko kesehatan bagi penderita, dr. Kanya juga menyoroti masa inkubasi virus yang panjang pada tubuh anak. Bahkan setelah anak dinyatakan sembuh secara klinis, sisa virus influenza masih dapat bertahan selama beberapa hari di dalam tubuh dan tetap berisiko menularkan orang-orang di sekitarnya.

Kategori Data Informasi Statistik / Detail
Tingkat Serangan Tahunan (Anak) 20% - 30% (Global)
Tingkat Serangan Tahunan (Dewasa) 5% - 10% (Global)
Gejala Utama Komplikasi Sesak napas, demam tinggi, batuk berdahak, nyeri otot
Vaksin Tambahan yang Disarankan Campak Rubella, Rotavirus, dan HIB

Imunisasi sebagai "Atap" Perlindungan

Kanya memberikan perumpamaan menarik mengenai tumbuh kembang anak. Ia mengibaratkan membangun seorang anak seperti membangun sebuah rumah. Nutrisi berperan sebagai fondasi, sementara stimulasi, kasih sayang, dan bermain adalah dinding serta jendelanya.

"Atapnya adalah imunisasi. Mau fondasinya sebagus apa pun, kalau atapnya tidak ada, tetap akan bocor. Sama saja bohong," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa vaksinasi influenza perlu diulang setiap satu tahun sekali karena adanya masa "kedaluwarsa" efektivitas vaksin dan mutasi virus yang cepat.

Langkah Pencegahan Selain Vaksinasi

Selain melengkapi status imunisasi, orang \tua diimbau untuk mengajarkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak sejak dini. Beberapa langkah praktis yang disarankan antara lain:

  • Menggunakan masker saat sedang sakit.
  • Menerapkan etika batuk dengan menutup mulut menggunakan bagian dalam siku.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Menghindari membawa anak yang sedang sakit ke tempat umum atau bepergian.
  • Melindungi bayi yang belum cukup umur untuk divaksin dengan tidak membawanya bepergian jika tidak mendesak.

Dengan kombinasi vaksinasi rutin dan gaya hidup sehat, diharapkan angka rawat inap dan fatalitas akibat influenza di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya