Rekomendasi WHO: Transisi ke Vaksin Influenza Trivalent (TIV) dan Urgensinya

Basuki Eka Purnama
24/4/2026 05:44
Rekomendasi WHO: Transisi ke Vaksin Influenza Trivalent (TIV) dan Urgensinya
Ilustrasi(ANTARA/Agus Bebeng)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait penyesuaian komposisi vaksin influenza global. WHO menyarankan transisi penggunaan dari vaksin influenza quadrivalent (QIV) kembali ke vaksin influenza trivalent (TIV). Langkah ini diambil berdasarkan bukti ilmiah terkini mengenai dinamika sirkulasi virus flu di seluruh dunia.

Rekomendasi transisi ini menjadi landasan bagi PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis), untuk menghadirkan vaksin influenza trivalent di Indonesia. Penyesuaian ini dinilai krusial untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat tetap relevan dengan ancaman virus yang benar-benar ada di lapangan.

Alasan Medis di Balik Rekomendasi WHO

Selama lebih dari satu dekade, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk mencakup empat galur virus: dua galur influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua galur influenza B (Victoria dan Yamagata). Namun, data surveilans global menunjukkan perubahan signifikan sejak pandemi COVID-19 dimulai.

MI/HO--Peluncuran vaksin influenza trivalent dari PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma (Kalventis),

“Sejak 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi,” ujar Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., selaku Satgas Imunisasi IDAI.

Penghapusan komponen yang sudah tidak bersirkulasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan respons imun tubuh terhadap galur virus yang masih aktif mengancam masyarakat saat ini.

Tabel: Evolusi Rekomendasi Komposisi Vaksin Influenza

Aspek Vaksin Quadrivalent (Lama) Vaksin Trivalent (Rekomendasi Baru)
Jumlah Galur 4 Galur Virus 3 Galur Virus
Komposisi Virus B Victoria & Yamagata Hanya Victoria
Status Epidemiologi Yamagata masih ditemukan Yamagata dinyatakan tidak bersirkulasi
Tujuan Utama Perlindungan Luas (General) Optimalisasi & Efisiensi (Targeted)

Efektivitas dan Keamanan Trivalent

Transisi ini sering kali menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat perlindungan. Namun, para ahli menegaskan bahwa vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan versi quadrivalent.

Prof. Soedjatmiko menambahkan bahwa efektivitas vaksin sangat bergantung pada kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Dengan hilangnya Yamagata, penggunaan vaksin trivalent justru menjadi bentuk optimalisasi vaksin sesuai bukti ilmiah terbaru tanpa mengurangi kualitas perlindungan bagi bayi, anak-anak, hingga lansia.

Dampak Ekonomi dan Aksesibilitas

Selain faktor ilmiah, rekomendasi WHO untuk kembali ke vaksin trivalent juga membawa dampak positif dari sisi aksesibilitas. Vaksin TIV memiliki nilai ekonomis yang lebih baik dibandingkan QIV. Hal ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan vaksinasi rutin setiap tahun, mengingat influenza tetap menjadi ancaman serius dengan risiko kematian global mencapai 650.000 jiwa per tahun.

“Sebagai perusahaan farmasi yang berlandaskan sains, Kalventis bersama Kalbe menghadirkan solusi kesehatan yang selaras dengan rekomendasi WHO. Kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia mendapatkan perlindungan optimal dengan cara yang lebih efisien,” tutup Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya