Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksin influenza tiga antigen atau vaksin influenza trivalen aman dan telah disetujui untuk diberikan kepada kelompok rentan, termasuk balita, ibu menyusui, hingga pasien dengan penyakit penyerta (komorbiditas).
Anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Soedjatmiko, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah para pakar di Indonesia melakukan kajian mendalam. "Bahwa para pakar di Indonesia sudah menyimpulkan bahwa vaksin trivalen itu aman dan boleh," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pemberian vaksin influenza trivalen disarankan dimulai sejak anak berusia 6 bulan dan dilakukan secara rutin setiap tahun. Berikut adalah ketentuan dosis berdasarkan kelompok usia:
Rekomendasi IDAI ini sejalan dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin trivalen dirancang untuk mencegah varian influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) serta tipe B Victoria.
Terkait penghapusan komponen tipe B Yamagata (yang sebelumnya ada dalam vaksin kuadrivalen), Prof. Soedjatmiko menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian WHO, virus Yamagata sudah tidak ditemukan berkembang biak pada manusia sejak periode 2017-2018. Hal ini terjadi berkat efektivitas vaksinasi kuadrivalen di masa lalu, sehingga antigen tersebut kini tidak lagi diperlukan dalam komposisi vaksin terbaru.
Vaksin yang komposisinya sesuai dengan virus yang sedang menyebar di lingkungan memiliki efektivitas hingga 60 persen. Sebaliknya, jika tidak sesuai, efektivitasnya turun menjadi hanya 30 persen. Oleh karena itu, pembaruan komponen vaksin setiap tahun sangat krusial.
Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan infeksi influenza. Penyakit ini dapat memicu komplikasi serius, terutama pada balita dan lansia, seperti:
Mengingat virus influenza terus bermutasi dan berkembang setiap tahun, IDAI menekankan pentingnya vaksinasi tahunan untuk mempertebal sistem imun tubuh dan menyesuaikan perlindungan dengan varian virus yang sedang bersirkulasi. (Ant/H-3)
WHO merekomendasikan transisi dari vaksin influenza quadrivalent ke trivalent karena hilangnya virus B/Yamagata. Simak penjelasan medis dan dampaknya.
Vaksin influenza trivalen memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus flu utama. Simak manfaat dan efektivitasnya bagi kesehatan tubuh.
Vaksin influenza trivalen kembali menjadi standar global setelah WHO merekomendasikan penghapusan komponen garis keturunan B/Yamagata.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Waspadai ISPA dengan menjaga daya tahan tubuh dan hindari polusi. Simak panduan lengkap pencegahan ISPA langsung dari pakar spesialis paru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved