IDAI: Vaksin Influenza Trivalen Aman untuk Balita dan Ibu Menyusui

Putri Rosmalia Octaviyani
23/4/2026 15:08
IDAI: Vaksin Influenza Trivalen Aman untuk Balita dan Ibu Menyusui
Anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Soedjatmiko.(Dok. Antara)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa vaksin influenza tiga antigen atau vaksin influenza trivalen aman dan telah disetujui untuk diberikan kepada kelompok rentan, termasuk balita, ibu menyusui, hingga pasien dengan penyakit penyerta (komorbiditas).

Anggota Satgas Imunisasi IDAI, Prof. Soedjatmiko, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah para pakar di Indonesia melakukan kajian mendalam. "Bahwa para pakar di Indonesia sudah menyimpulkan bahwa vaksin trivalen itu aman dan boleh," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Panduan Dosis Vaksin Influenza Trivalen untuk Anak

Pemberian vaksin influenza trivalen disarankan dimulai sejak anak berusia 6 bulan dan dilakukan secara rutin setiap tahun. Berikut adalah ketentuan dosis berdasarkan kelompok usia:

  • Anak Usia 6 Bulan hingga 8 Tahun: Diberikan sebanyak dua dosis antigen yang sama dengan interval minimal empat minggu dari vaksinasi pertama.
  • Anak Usia di Atas 9 Tahun: Untuk pemberian pertama kali, cukup diberikan sebanyak satu dosis.

Alasan Peralihan dari Kuadrivalen ke Trivalen

Rekomendasi IDAI ini sejalan dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin trivalen dirancang untuk mencegah varian influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) serta tipe B Victoria.

Terkait penghapusan komponen tipe B Yamagata (yang sebelumnya ada dalam vaksin kuadrivalen), Prof. Soedjatmiko menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian WHO, virus Yamagata sudah tidak ditemukan berkembang biak pada manusia sejak periode 2017-2018. Hal ini terjadi berkat efektivitas vaksinasi kuadrivalen di masa lalu, sehingga antigen tersebut kini tidak lagi diperlukan dalam komposisi vaksin terbaru.

Vaksin yang komposisinya sesuai dengan virus yang sedang menyebar di lingkungan memiliki efektivitas hingga 60 persen. Sebaliknya, jika tidak sesuai, efektivitasnya turun menjadi hanya 30 persen. Oleh karena itu, pembaruan komponen vaksin setiap tahun sangat krusial.

Risiko Komplikasi Influenza

Masyarakat diimbau untuk tidak meremehkan infeksi influenza. Penyakit ini dapat memicu komplikasi serius, terutama pada balita dan lansia, seperti:

  • Pneumonia (radang paru-paru)
  • Demam tinggi dan nyeri otot hebat
  • Perburukan penyakit kronis yang sudah ada
  • Radang otak

Mengingat virus influenza terus bermutasi dan berkembang setiap tahun, IDAI menekankan pentingnya vaksinasi tahunan untuk mempertebal sistem imun tubuh dan menyesuaikan perlindungan dengan varian virus yang sedang bersirkulasi. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya