Syarat Vaksin Haji 2026: Meningitis dan Polio Wajib bagi Jamaah Indonesia

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 16:40
Syarat Vaksin Haji 2026: Meningitis dan Polio Wajib bagi Jamaah Indonesia
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin meningitis dan polio untuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Aceh tahun 2026 di Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Senin (6/4/2026).(ANTARA/Irwansyah Putra)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan regulasi terbaru mengenai persyaratan kesehatan bagi calon jamaah haji 2026. Fokus utama dalam aturan ini adalah kewajiban vaksinasi tertentu guna memastikan perlindungan maksimal bagi jamaah saat berada di Tanah Suci.

Ahli Gizi sekaligus Dosen Kesehatan Masyarakat dari Universitas Faletehan Serang, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa terdapat dua jenis vaksin yang bersifat wajib. Pertama adalah vaksin meningitis meningokokus ACWY, dan kedua adalah vaksin polio.

"Vaksin meningitis bertujuan melindungi jamaah dari radang selaput otak yang sangat mudah menular di tengah kerumunan massa," ujar Rita saat dihubungi di Jakarta, Rabu (7/4/2026).

Rita menambahkan bahwa vaksin meningitis harus diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan. Sementara itu, vaksin polio menjadi syarat khusus bagi jamaah asal Indonesia karena status Indonesia yang masih dalam pantauan terkait kasus polio secara global.

Daftar Vaksinasi Haji 2026

Berikut adalah rincian vaksinasi yang harus diperhatikan oleh calon jamaah haji berdasarkan regulasi terbaru:

Jenis Vaksin Status Ketentuan Waktu
Meningitis ACWY Wajib Minimal 10 hari sebelum berangkat (berlaku hingga 5 tahun).
Polio (nOPV2) Wajib 1 dosis, diberikan 4 minggu hingga 12 bulan sebelum berangkat.
Influenza & Pneumonia Opsional Sangat dianjurkan untuk daya tahan tubuh.
Covid-19 Opsional Dianjurkan sebagai proteksi tambahan.

Tips Menjaga Kondisi Fisik di Tanah Suci

Selain pemenuhan vaksinasi, Dr. Rita Ramayulis menekankan pentingnya manajemen pola hidup sehat agar jamaah tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah yang menguras fisik. Beberapa poin penting yang disarankan antara lain:

  • Manajemen Nutrisi: Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan protein rendah lemak. Hindari makanan yang berisiko mengganggu pencernaan.
  • Energi Tambahan: Membawa camilan praktis seperti kurma. Mengonsumsi 1-3 butir kurma saat merasa lelah dapat membantu memulihkan energi dengan cepat.
  • Aktivitas Fisik: Melakukan peregangan ringan selama 10 menit setiap pagi dan mengatur ritme berjalan agar tidak terburu-buru.
  • Hidrasi dan Sanitasi: Jangan menahan buang air kecil dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK) serta dehidrasi.
Pesan Ahli: "Gunakan setiap kesempatan untuk beristirahat di sela aktivitas ibadah. Jangan menunggu haus untuk minum, dan pastikan kondisi tubuh selalu terpantau," tutup Rita.

Dengan kombinasi vaksinasi yang lengkap dan pola hidup yang terjaga, diharapkan jamaah haji Indonesia dapat beribadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya