Ini Cara Menangani Gejala ISPA di Rumah

Basuki Eka Purnama
20/4/2026 10:50
Ini Cara Menangani Gejala ISPA di Rumah
Ilustrasi(Freepik)

KONDISI cuaca yang tidak menentu dan panas ekstrem belakangan ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun, masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena sebagian besar gejala ISPA ringan sebenarnya dapat ditangani secara mandiri di rumah.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa ISPA pada saluran napas atas, yang meliputi hidung hingga tenggorokan, umumnya menunjukkan gejala yang spesifik namun masih dalam kategori ringan.

Langkah Penanganan Mandiri di Rumah

Menurut Prof. Tjandra, kunci utama penanganan ISPA di rumah adalah menjaga kelembapan saluran pernapasan dan memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan daya tahan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Istirahat Cukup: Memberikan kesempatan bagi sistem imun untuk bekerja maksimal.
  • Hidrasi Intensif: Memperbanyak minum air putih atau air hangat untuk mencegah saluran napas menjadi kering.
  • Terapi Uap Alami: Menghirup uap air panas (tanpa tambahan obat) untuk melegakan pernapasan.
  • Obat Simtomatik: Penggunaan obat penurun panas atau pereda batuk yang dijual bebas diperbolehkan untuk meredakan keluhan.

Peringatan Penting: Prof. Tjandra menegaskan bahwa penggunaan obat anti-bakteri (antibiotik) atau antivirus wajib dikonsultasikan dengan dokter dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa resep medis.

Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?

Meskipun bisa dirawat di rumah, masyarakat diminta waspada terhadap durasi dan perkembangan gejala. Jika kondisi tidak membaik dalam waktu tiga hari atau muncul tanda-tanda infeksi telah mencapai paru-paru (pneumonia), maka bantuan medis profesional segera diperlukan.

Berikut adalah panduan untuk membedakan gejala ringan yang bisa dipantau di rumah dengan gejala berat yang memerlukan penanganan medis segera:

Kategori Gejala Indikasi Klinis Tindakan
ISPA Ringan (Atas) Tenggorokan kering, suara serak, batuk ringan. Perawatan mandiri di rumah (istirahat, air hangat).
Waspada (3 Hari) Gejala tidak reda setelah 3 hari, daya tahan tubuh menurun. Konsultasi ke dokter/puskesmas.
ISPA Berat (Paru/Pneumonia) Batuk dalam, nyeri dada, sesak napas, frekuensi napas cepat. Segera ke Unit Gawat Darurat/Faskes terdekat.

Pencegahan Melalui Gaya Hidup

Sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca yang mendadak, Prof. Tjandra menekankan pentingnya menjaga ketahanan tubuh sebagai benteng utama. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya