Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI cuaca yang tidak menentu dan panas ekstrem belakangan ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun, masyarakat tidak perlu panik berlebihan karena sebagian besar gejala ISPA ringan sebenarnya dapat ditangani secara mandiri di rumah.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa ISPA pada saluran napas atas, yang meliputi hidung hingga tenggorokan, umumnya menunjukkan gejala yang spesifik namun masih dalam kategori ringan.
Menurut Prof. Tjandra, kunci utama penanganan ISPA di rumah adalah menjaga kelembapan saluran pernapasan dan memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan daya tahan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Peringatan Penting: Prof. Tjandra menegaskan bahwa penggunaan obat anti-bakteri (antibiotik) atau antivirus wajib dikonsultasikan dengan dokter dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan tanpa resep medis.
Meskipun bisa dirawat di rumah, masyarakat diminta waspada terhadap durasi dan perkembangan gejala. Jika kondisi tidak membaik dalam waktu tiga hari atau muncul tanda-tanda infeksi telah mencapai paru-paru (pneumonia), maka bantuan medis profesional segera diperlukan.
Berikut adalah panduan untuk membedakan gejala ringan yang bisa dipantau di rumah dengan gejala berat yang memerlukan penanganan medis segera:
| Kategori Gejala | Indikasi Klinis | Tindakan |
|---|---|---|
| ISPA Ringan (Atas) | Tenggorokan kering, suara serak, batuk ringan. | Perawatan mandiri di rumah (istirahat, air hangat). |
| Waspada (3 Hari) | Gejala tidak reda setelah 3 hari, daya tahan tubuh menurun. | Konsultasi ke dokter/puskesmas. |
| ISPA Berat (Paru/Pneumonia) | Batuk dalam, nyeri dada, sesak napas, frekuensi napas cepat. | Segera ke Unit Gawat Darurat/Faskes terdekat. |
Sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca yang mendadak, Prof. Tjandra menekankan pentingnya menjaga ketahanan tubuh sebagai benteng utama. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memastikan waktu istirahat yang cukup, serta konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Ant/Z-1)
Warga Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat sejak Januari hingga November 2025 mencapai 1.154 orang.
ISPA sering muncul saat pancaroba karena daya tahan tubuh melemah. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar tetap sehat.
Ad beberapa gejala umum yang dapat menyebabkan ISPA, berikut penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved