Waspada Komplikasi Campak pada Kelompok Rentan dan Pentingnya Vaksinasi

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 20:10
Waspada Komplikasi Campak pada Kelompok Rentan dan Pentingnya Vaksinasi
Ilustrasi--Petugas bersiap menyuntikkan vaksin kepada balita saat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (1/4/2026).(ANTARA/Destyan Sujarwoko)

PENYAKIT campak sering kali dianggap sebagai infeksi biasa yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, virus ini dapat memicu komplikasi serius yang menyerang berbagai organ tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, menjelaskan bahwa kunci utama kesembuhan campak terletak pada sistem imun pasien.

"Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi," ujarnya, dikutip Selasa (7/4).

Risiko pada Kelompok Rentan

Meski bisa sembuh secara mandiri pada individu sehat, virus campak memiliki kemampuan untuk menyebar ke berbagai organ tubuh. Risiko ini meningkat drastis pada individu yang memiliki kekebalan tubuh rendah atau sedang menurun.

Adityo merinci beberapa kelompok yang masuk dalam kategori rentan terhadap serangan komplikasi campak:

Kategori Kelompok Rentan Keterangan Risiko
Individu Malnutrisi Kekurangan nutrisi memperlemah respons imun terhadap virus.
Penderita HIV/AIDS Gangguan sistem imun membuat tubuh sulit melawan infeksi.
Pasien Kanker Khususnya bagi mereka yang sedang menjalani kemoterapi.
Ibu Hamil Berisiko mengalami penurunan imun sementara dan infeksi sekunder.

Bahaya Komplikasi dan Penanganan

Komplikasi yang muncul akibat campak tidak bisa disepelekan. Beberapa di antaranya meliputi pneumonia (radang paru), infeksi otak, gangguan mata seperti keratitis, hingga infeksi telinga. Khusus pada ibu hamil, meski campak tidak bersifat teratogenik (memicu cacat lahir) seperti rubella, infeksi ini tetap berbahaya karena meningkatkan risiko infeksi sekunder akibat penurunan sistem imun.

Hingga saat ini, belum ada obat antivirus spesifik untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan medis difokuskan pada terapi suportif untuk membantu tubuh melawan virus secara alami.

Langkah Penanganan Pasien Campak:
  • Memastikan asupan cairan tubuh tercukupi untuk mencegah dehidrasi.
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi yang optimal.
  • Pemberian Vitamin A untuk menjaga kondisi mukosa dan mempercepat pemulihan.
  • Pemantauan ketat terhadap kondisi fisik pasien guna mendeteksi gejala komplikasi sejak dini.

Vaksinasi sebagai Benteng Utama

Adityo menekankan bahwa angka kematian akibat campak memang tergolong jarang, yakni sekitar satu per seribu kasus. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan melalui langkah pencegahan yang paling efektif: vaksinasi.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi nasional. Hal ini sangat penting, terutama bagi kelompok yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, guna membentuk kekebalan kelompok dan menekan laju penularan penyakit campak di masyarakat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya