Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT campak sering kali dianggap sebagai infeksi biasa yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, virus ini dapat memicu komplikasi serius yang menyerang berbagai organ tubuh.
Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, menjelaskan bahwa kunci utama kesembuhan campak terletak pada sistem imun pasien.
"Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi," ujarnya, dikutip Selasa (7/4).
Meski bisa sembuh secara mandiri pada individu sehat, virus campak memiliki kemampuan untuk menyebar ke berbagai organ tubuh. Risiko ini meningkat drastis pada individu yang memiliki kekebalan tubuh rendah atau sedang menurun.
Adityo merinci beberapa kelompok yang masuk dalam kategori rentan terhadap serangan komplikasi campak:
| Kategori Kelompok Rentan | Keterangan Risiko |
|---|---|
| Individu Malnutrisi | Kekurangan nutrisi memperlemah respons imun terhadap virus. |
| Penderita HIV/AIDS | Gangguan sistem imun membuat tubuh sulit melawan infeksi. |
| Pasien Kanker | Khususnya bagi mereka yang sedang menjalani kemoterapi. |
| Ibu Hamil | Berisiko mengalami penurunan imun sementara dan infeksi sekunder. |
Komplikasi yang muncul akibat campak tidak bisa disepelekan. Beberapa di antaranya meliputi pneumonia (radang paru), infeksi otak, gangguan mata seperti keratitis, hingga infeksi telinga. Khusus pada ibu hamil, meski campak tidak bersifat teratogenik (memicu cacat lahir) seperti rubella, infeksi ini tetap berbahaya karena meningkatkan risiko infeksi sekunder akibat penurunan sistem imun.
Hingga saat ini, belum ada obat antivirus spesifik untuk menyembuhkan campak. Oleh karena itu, penanganan medis difokuskan pada terapi suportif untuk membantu tubuh melawan virus secara alami.
Adityo menekankan bahwa angka kematian akibat campak memang tergolong jarang, yakni sekitar satu per seribu kasus. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan melalui langkah pencegahan yang paling efektif: vaksinasi.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi nasional. Hal ini sangat penting, terutama bagi kelompok yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, guna membentuk kekebalan kelompok dan menekan laju penularan penyakit campak di masyarakat. (Ant/Z-1)
MBG memberikan efek multiplier bagi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi relawan, khususnya di daerah kurang berkembang.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, membagikan tips menjaga kesehatan mental dari paparan berita geopolitik yang intens.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki status gizi kelompok rentan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan pentingnya data yang memadai untuk memahami kebutuhan kelompok rentan dalam pembangunan
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
PAPDI menekankan pentingnya vaksinasi MMR bagi orang dewasa guna mencegah penularan campak yang tinggi dan risiko komplikasi serius.
Epidemiolog menekankan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi sebagai langkah utama mengendalikan penyebaran campak dan mencegah risiko KLB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved