Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN HPV bukan sekadar imunisasi biasa. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker sejak dini. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggapnya tidak penting.
Padahal, vaksin ini berperan besar dalam melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang bisa memicu berbagai jenis kanker. Vaksin HPV sangat dianjurkan untuk anak usia 12-13 tahun, serta individu dengan risiko tinggi.
HPV atau Human Papillomavirus adalah kelompok virus dengan ratusan jenis. Beberapa di antaranya tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker genital, hingga kanker kepala dan leher.
Virus ini termasuk infeksi menular seksual paling umum di dunia. Penularannya terjadi melalui kontak langsung kulit atau cairan tubuh.
Faktanya, sekitar 80% pria dan wanita pernah terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup, terutama mereka yang belum mendapatkan vaksin.
Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar infeksi HPV tidak menunjukkan gejala. Banyak orang baru menyadarinya setelah muncul kutil kelamin atau hasil pap smear yang tidak normal.
Vaksin HPV bekerja dengan merangsang tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus. Vaksin yang umum digunakan menargetkan beberapa tipe HPV paling berbahaya penyebab kanker.
Efektivitasnya tidak main-main. Vaksin HPV mampu mencegah hingga 90% kasus kanker yang berkaitan dengan virus ini.
Sejak diperkenalkan pada 2006, angka infeksi HPV, kutil kelamin, dan lesi prakanker serviks terbukti menurun secara signifikan.
Selain efektif, vaksin ini juga aman. Tidak ada bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan kemandulan. Justru sebaliknya, vaksin ini membantu menjaga kesuburan dengan mencegah kondisi yang bisa berujung pada kanker serviks.
Perlindungannya pun jangka panjang. Data menunjukkan efektivitasnya tetap tinggi hingga 12-15 tahun setelah vaksinasi.
Vaksin HPV direkomendasikan untuk:
Namun, vaksin ini tidak diberikan pada orang dengan riwayat alergi berat (anafilaksis). Selain itu, vaksinasi juga tidak dianjurkan selama kehamilan karena masih terbatasnya data penelitian.
HPV adalah virus yang umum, sering tanpa gejala, tapi berpotensi memicu kanker serius. Vaksin HPV hadir sebagai perlindungan efektif, aman, dan terbukti mampu menekan risiko hingga 90%.
Mengabaikan vaksin ini berarti melewatkan kesempatan besar untuk mencegah penyakit berbahaya di masa depan.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Fakta terbaru HPV terungkap: tidak hanya menyerang wanita, 1 dari 3 pria juga terinfeksi. Simak mitos vs fakta, cara penularan, dan pentingnya vaksin HPV.
Seorang pria dijuluki tree man atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
Penyakit ini disebabkan virus yang menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, atau benda yang terkontaminasi virus.
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Human Papillomavirus (HPV) adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) paling umum di dunia. Baik pria maupun wanita dapat terinfeksi, termasuk remaja
WHO menginformasikan bahwa lebih dari 1 juta orang terinfeksi salah satu dari empat jenis Infeksi Menular Seksual yang umum setiap harinya.
INFEKSI menular seksual (IMS) adalah infeksi yang menular secara seksual. Sejumlah faktor risiko IMS seperti seks bebas atau yang paling sering adalah gonta-ganti pasangan.
Hingga saat ini, layanan tes HIV tersedia di 514 kabupaten/kota, layanan IMS di 504 kabupaten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved