Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN kasus kanker terkait Human Papillomavirus (HPV) kini mengarah pada satu fakta yang sulit diabaikan, pria bukan lagi sekadar kelompok pelengkap dalam epidemi ini. Laporan terbaru U.S. Cancer Statistics 2026 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, hampir 46% kasus kanker HPV kini terjadi pada laki-laki, angka yang menandai pergeseran besar dalam peta risiko global.
Temuan ini diperkuat oleh publikasi ilmiah di JAMA Oncology, yang langsung memicu tekanan dari komunitas medis internasional agar vaksinasi HPV tidak lagi berfokus pada perempuan saja.
Jenis kanker yang paling dominan menyerang laki-laki saat ini adalah kanker orofaring, atau kanker pada bagian belakang tenggorokan. Berbeda dengan kanker serviks pada perempuan yang berhasil ditekan lewat skrining rutin, tren pada pria justru bergerak berlawanan, naik tajam dan sering terlambat terdeteksi.
CDC mencatat, sekitar 70% kasus kanker tenggorokan di Amerika Serikat berkaitan langsung dengan infeksi HPV kronis. Yang lebih mengkhawatirkan, pria memiliki risiko hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan wanita.
Minimnya gejala awal membuat banyak kasus baru teridentifikasi saat sudah memasuki stadium lanjut, fase di mana penanganan menjadi jauh lebih kompleks dan peluang sembuh menurun drastis.
Harapan terbesar saat ini datang dari vaksinasi. Studi besar yang dipublikasikan JAMA Oncology pada April 2026, melibatkan lebih dari 510.000 pria, menunjukkan hasil signifikan: vaksin HPV mampu menurunkan risiko kanker hingga 50% pada area kepala, leher, anus, dan penis.
Perlindungan ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Vaksin juga efektif melawan strain HPV berisiko tinggi seperti tipe 16 dan 18—dua jenis virus yang paling sering dikaitkan dengan kanker.
Para ahli kini menegaskan, vaksin HPV bukan sekadar perlindungan terhadap infeksi menular seksual, melainkan instrumen nyata dalam pencegahan kanker.
Berbeda dengan perempuan yang memiliki Pap Smear sebagai alat deteksi dini, laki-laki hingga kini belum memiliki metode skrining standar untuk kanker terkait HPV.
Ketiadaan deteksi dini ini menjadikan vaksinasi sebagai garis pertahanan utama. Tanpa vaksin, risiko sering kali tidak terdeteksi hingga terlambat.
Lebih jauh lagi, pria yang tidak divaksinasi berpotensi menjadi pembawa virus tanpa gejala, mempercepat penyebaran HPV dalam populasi.
Vaksinasi Pria Jadi Kunci Putus Rantai Penularan
Pakar kesehatan global kini mendorong perubahan kebijakan: vaksinasi HPV harus bersifat inklusif.
Rekomendasi terbaru menyebutkan:
Langkah ini dinilai krusial untuk membangun herd immunity dan menghentikan siklus penularan.
Dengan kontribusi kasus yang mendekati 50%, keterlibatan laki-laki dalam program vaksinasi bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan mendesak dalam strategi eliminasi kanker terkait HPV secara global.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Vaksin HPV terbukti mampu mencegah hingga 90% kanker. Ketahui manfaat, keamanan, dan siapa saja yang wajib mendapatkannya.
Fakta terbaru HPV terungkap: tidak hanya menyerang wanita, 1 dari 3 pria juga terinfeksi. Simak mitos vs fakta, cara penularan, dan pentingnya vaksin HPV.
Seorang pria dijuluki tree manĀ atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
Penyakit ini disebabkan virus yang menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, atau benda yang terkontaminasi virus.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
KEKHAWATIRAN tertular penyakit dari toilet umum masih sering muncul di masyarakat, terutama terkait Human papillomavirus (HPV).
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari meluruskan mitos virus HPV. Ternyata laki-laki juga berisiko tinggi terkena kanker akibat HPV. Simak faktanya.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari memperingatkan bahwa virus HPV tidak hanya menular lewat hubungan seksual, tapi juga kontak kulit dan objek tertentu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved