Mitos dan Fakta Virus HPV: Benarkah Hanya Menyerang Perempuan?

Basuki Eka Purnama
26/4/2026 19:38
Mitos dan Fakta Virus HPV: Benarkah Hanya Menyerang Perempuan?
Ilustrasi--Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin HPV kepada warga saat layanan imunisasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).(ANTARA/Novrian Arbi)

VIRUS Human Papillomavirus (HPV) sering kali disalahpahami sebagai infeksi yang hanya mengintai kaum perempuan. Padahal, virus ini merupakan ancaman kesehatan global yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang gender.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, menegaskan pentingnya meluruskan berbagai misinformasi yang beredar di masyarakat.

Dalam sebuah acara kesehatan bersama MSD Indonesia di Jakarta, dikutip Minggu (26/4), Hanny menjelaskan bahwa HPV adalah virus yang sangat umum di seluruh dunia. Virus ini tidak hanya menyerang area kelamin, tetapi juga dapat bermanifestasi pada kulit di bagian tubuh lainnya.

Laki-laki Juga Berisiko Tinggi

Salah satu mitos yang paling kuat berakar adalah anggapan bahwa HPV hanya berbahaya bagi perempuan karena hubungannya dengan kanker serviks. Namun, Hanny memaparkan data yang cukup mengejutkan mengenai beban global virus ini pada laki-laki.

“Satu dari tiga pria berusia di atas 15 tahun terinfeksi HPV. Ini menunjukkan beban global yang sangat tinggi,” ujar Hanny.

Pada laki-laki, infeksi HPV yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi berbagai jenis keganasan, seperti kanker penis, kanker skrotum, hingga kanker di area mulut dan tenggorokan.

Penularan dan Vaksinasi

Selain masalah gender, Hanny juga menyoroti cara penularan virus. HPV tidak melulu menular melalui hubungan seksual. Kontak kulit ke kulit serta penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal juga menjadi jalur penyebaran yang harus diwaspadai.

Terkait vaksinasi, ia membantah kekhawatiran orangtua yang menganggap vaksin HPV dapat memicu perilaku seks dini pada remaja. Sebaliknya, vaksinasi adalah langkah proteksi medis yang harus diberikan sedini mungkin sebagai bagian dari imunisasi rutin untuk melindungi anak dari paparan virus di masa depan.

Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah rangkuman mitos dan fakta seputar HPV yang disampaikan oleh Hanny Nilasari:

Mitos Fakta
Hanya perempuan yang dapat terinfeksi HPV. Laki-laki dan perempuan keduanya berisiko. 1 dari 3 pria usia >15 tahun terinfeksi HPV secara global.
HPV hanya menular melalui hubungan seksual. Dapat menular melalui kontak kulit ke kulit dan dari ibu ke bayi saat persalinan normal.
Vaksin HPV mendorong perilaku seks usia dini. Vaksin adalah bagian imunisasi rutin untuk proteksi dini dan tidak memengaruhi perilaku seksual.
Vaksinasi HPV untuk laki-laki hanya prioritas di negara Barat. Negara Timur Tengah (UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi) sudah menerapkan vaksin HPV netral gender.
Pesan Dokter: HPV bukan sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan, melainkan harus dipandang dari sisi kesehatan sebagai risiko yang dapat dicegah melalui edukasi dan vaksinasi sejak dini.

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan arahan kepada remaja bahwa aktivitas seksual sebaiknya dilakukan saat sudah dewasa dan dalam ikatan hubungan yang sah, sembari tetap memastikan perlindungan medis melalui vaksinasi tetap berjalan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya