Waspada Penularan Virus HPV Lewat Kontak Nonseksual, Ini Penjelasan Perdoski

Basuki Eka Purnama
25/4/2026 20:48
Waspada Penularan Virus HPV Lewat Kontak Nonseksual, Ini Penjelasan Perdoski
Ilustrasi(Freepik)

KETUA Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, memberikan peringatan penting mengenai risiko penularan Human Papillomavirus (HPV). Dalam sebuah acara kesehatan, dikutip Sabtu (25/4), ia menekankan bahwa virus ini tidak hanya menular melalui aktivitas seksual, tetapi juga melalui kontak nonseksual.

“Transmisi virus HPV bisa melalui kontak langsung dan juga kontak seksual. Artinya, kontak kulit dengan kulit dan juga kontak seksual dapat menjadi jalur penularan,” ujar Hanny.

Mengenal Gejala dan Karakteristik Infeksi HPV

Infeksi HPV merupakan kondisi yang menyerang kulit dan area kelamin. Salah satu manifestasi klinis yang paling umum adalah munculnya kutil kelamin. Hanny menjelaskan bahwa kondisi ini sering kali ditandai dengan tumbuhnya daging di kulit yang menyerupai bentuk kembang kol.

Gejala ini umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri dan ukurannya yang kecil sering kali membuat pasien tidak menyadarinya. Namun, pasien diminta waspada jika benjolan tersebut tidak kunjung hilang, justru semakin membesar, bertambah banyak, atau mulai mudah berdarah dan mengalami infeksi.

Selain di area genital, Hanny juga menyoroti munculnya gejala di area mulut yang sering diabaikan.

“Di area mulut sering terjadi benjolan serupa dengan permukaan halus atau berbenjol-benjol. Gejalanya bisa berupa perubahan suara atau sakit tenggorokan,” tuturnya.

Jalur Penularan Virus HPV

Penularan virus ini sangat beragam, mencakup aktivitas seksual maupun faktor lingkungan lainnya. Berikut adalah rincian jalur transmisi virus HPV berdasarkan penjelasan dr. Hanny Nilasari:

Kategori Penularan Metode Transmisi
Kontak Seksual Hubungan senggama (genito-genital), penggunaan tangan (manogenital), atau aktivitas oral.
Kontak Nonseksual Kontak kulit ke kulit secara langsung.
Transmisi Ibu ke Bayi Terjadi saat proses persalinan normal (pervaginam).
Ekstra Genital & Lingkungan Perantara objek (fomite), inokulasi mandiri, hingga infeksi di lingkungan rumah sakit.

Faktor Risiko dan Penurunan Imunitas

Lebih lanjut, Hanny menjelaskan bahwa infeksi HPV dapat berkembang menjadi lesi yang lebih berat apabila sistem kekebalan tubuh seseorang menurun. Faktor usia menjadi salah satu pemicu utama karena imunitas sistemik dan lokal yang mulai melemah pada orang tua.

“Akan ada perubahan sifat virusnya sehingga menjadi lebih lekat di area kulit dan kemudian terjadi perubahan sel,” jelasnya. Selain faktor usia, gaya hidup juga memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko infeksi.

Faktor Risiko Tambahan:
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
  • Aktivitas seks oral.
  • Riwayat hubungan seks sesama jenis yang tidak aman.
  • Kondisi imunitas tubuh yang rendah.

Dengan beragamnya jalur penularan ini, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap perubahan sekecil apa pun pada kulit dan segera melakukan konsultasi medis jika menemukan gejala yang mencurigakan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya