Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, memberikan peringatan penting mengenai risiko penularan Human Papillomavirus (HPV). Dalam sebuah acara kesehatan, dikutip Sabtu (25/4), ia menekankan bahwa virus ini tidak hanya menular melalui aktivitas seksual, tetapi juga melalui kontak nonseksual.
“Transmisi virus HPV bisa melalui kontak langsung dan juga kontak seksual. Artinya, kontak kulit dengan kulit dan juga kontak seksual dapat menjadi jalur penularan,” ujar Hanny.
Infeksi HPV merupakan kondisi yang menyerang kulit dan area kelamin. Salah satu manifestasi klinis yang paling umum adalah munculnya kutil kelamin. Hanny menjelaskan bahwa kondisi ini sering kali ditandai dengan tumbuhnya daging di kulit yang menyerupai bentuk kembang kol.
Gejala ini umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri dan ukurannya yang kecil sering kali membuat pasien tidak menyadarinya. Namun, pasien diminta waspada jika benjolan tersebut tidak kunjung hilang, justru semakin membesar, bertambah banyak, atau mulai mudah berdarah dan mengalami infeksi.
Selain di area genital, Hanny juga menyoroti munculnya gejala di area mulut yang sering diabaikan.
“Di area mulut sering terjadi benjolan serupa dengan permukaan halus atau berbenjol-benjol. Gejalanya bisa berupa perubahan suara atau sakit tenggorokan,” tuturnya.
Penularan virus ini sangat beragam, mencakup aktivitas seksual maupun faktor lingkungan lainnya. Berikut adalah rincian jalur transmisi virus HPV berdasarkan penjelasan dr. Hanny Nilasari:
| Kategori Penularan | Metode Transmisi |
|---|---|
| Kontak Seksual | Hubungan senggama (genito-genital), penggunaan tangan (manogenital), atau aktivitas oral. |
| Kontak Nonseksual | Kontak kulit ke kulit secara langsung. |
| Transmisi Ibu ke Bayi | Terjadi saat proses persalinan normal (pervaginam). |
| Ekstra Genital & Lingkungan | Perantara objek (fomite), inokulasi mandiri, hingga infeksi di lingkungan rumah sakit. |
Lebih lanjut, Hanny menjelaskan bahwa infeksi HPV dapat berkembang menjadi lesi yang lebih berat apabila sistem kekebalan tubuh seseorang menurun. Faktor usia menjadi salah satu pemicu utama karena imunitas sistemik dan lokal yang mulai melemah pada orang tua.
“Akan ada perubahan sifat virusnya sehingga menjadi lebih lekat di area kulit dan kemudian terjadi perubahan sel,” jelasnya. Selain faktor usia, gaya hidup juga memegang peranan penting dalam meningkatkan risiko infeksi.
Dengan beragamnya jalur penularan ini, masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap perubahan sekecil apa pun pada kulit dan segera melakukan konsultasi medis jika menemukan gejala yang mencurigakan. (Ant/Z-1)
KEKHAWATIRAN tertular penyakit dari toilet umum masih sering muncul di masyarakat, terutama terkait Human papillomavirus (HPV).
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari meluruskan mitos virus HPV. Ternyata laki-laki juga berisiko tinggi terkena kanker akibat HPV. Simak faktanya.
Seorang pria dijuluki tree manĀ atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
Virus HPV memiliki 200 tipe yang beredar di dunia, dengan tipe HPV risiko tinggi yang sering menyebabkan kanker serta tipe HPV risiko rendah yang sering menyebabkan kutil anogenital.
Human papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks yang setiap tahunnya merenggut ribuan nyawa perempuan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved