HPV tak Pandang Gender! Risiko Mengintai Pria & Wanita

 Gana Buana
21/4/2026 19:40
HPV tak Pandang Gender! Risiko Mengintai Pria & Wanita
Fakta terbaru HPV terungkap.(Freepik)

VIRUS human papillomavirus (HPV) masih diselimuti berbagai kesalahpahaman di masyarakat, mulai dari anggapan hanya menyerang perempuan hingga dianggap sekadar penyakit menular seksual. Padahal, fakta medis menunjukkan ancaman HPV jauh lebih luas dan kompleks.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), Hanny Nilasari, menegaskan bahwa HPV merupakan salah satu infeksi paling umum di dunia yang dapat menyerang kulit maupun area genital, tanpa memandang jenis kelamin.

“HPV bukan hanya masalah perempuan. Laki-laki juga memiliki risiko yang sama untuk terinfeksi,” ujar Hanny dilansir dari Antara, Selasa (21/4).

Data global bahkan menunjukkan satu dari tiga pria di atas usia 15 tahun telah terpapar HPV. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai jenis kanker pada laki-laki, seperti kanker penis, anus, hingga kanker tenggorokan.

Penularan tak Sesederhana yang Dipikirkan

Selama ini, HPV kerap dikaitkan hanya dengan hubungan seksual. Namun, menurut Hanny, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Virus ini dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit, aktivitas seksual, bahkan dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal jika infeksi tidak terdeteksi sebelumnya.

Isu lain yang sering muncul adalah kekhawatiran bahwa vaksin HPV dapat mendorong perilaku seksual pada remaja. Hanny menegaskan, hal tersebut adalah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.

“Vaksin HPV justru berfungsi sebagai perlindungan sejak dini, bukan memengaruhi perilaku seseorang,” tegasnya.
Ia menambahkan, edukasi tentang kesehatan reproduksi tetap penting agar remaja memahami bahwa aktivitas seksual sebaiknya dilakukan secara bertanggung jawab di usia dewasa.

Berbeda dengan anggapan bahwa vaksin HPV hanya diprioritaskan untuk perempuan atau negara Barat, sejumlah negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Arab Saudi telah menerapkan vaksinasi HPV untuk laki-laki dan perempuan.

Langkah ini menunjukkan bahwa HPV kini dipandang sebagai isu kesehatan global lintas gender, bukan lagi masalah spesifik kelompok tertentu.

Hanny menekankan bahwa HPV bukan sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan, namun harus dipahami sebagai ancaman kesehatan yang bisa dicegah melalui edukasi dan vaksinasi.

“Yang penting adalah kesadaran. HPV bisa dicegah jika kita memahami risikonya sejak awal,” tutupnya. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya