Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, menekankan pentingnya pemberian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah berbagai jenis kanker dan memutus rantai penularan virus yang bersifat universal tersebut.
Prof. Hartono menjelaskan bahwa hampir setiap individu berisiko terinfeksi HPV setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Meski sistem imun tubuh manusia mampu menyembuhkan sekitar 90% infeksi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, risiko tetap mengintai jika infeksi terjadi berulang atau daya tahan tubuh melemah.
“Jika terinfeksi virus HPV itu berulang atau daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat merokok atau gangguan sistem imun, infeksi tersebut dapat menjadi menetap,” ujar Prof. Hartono dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa (21/4).
Penularan HPV dapat terjadi melalui kontak seksual maupun nonseksual, seperti sentuhan kulit ke kulit atau selaput lendir. Prof. Hartono memaparkan data prevalensi keberadaan virus ini pada tubuh manusia yang cukup mengejutkan.
| Kategori | Temuan Prevalensi HPV |
|---|---|
| Laki-laki | 10% ditemukan dalam air liur |
| Perempuan | 3,6% ditemukan dalam air liur |
Virus HPV dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan tingkat risikonya:
| Jenis HPV | Dampak Kesehatan |
|---|---|
| Risiko Rendah (Low-risk) | Kutil kelamin, papiloma pada kulit, telapak tangan/kaki, serta papiloma pada pita suara (tenggorokan) yang menyebabkan suara serak. |
| Risiko Tinggi (High-risk) | Lesi pra-kanker dan kanker pada serviks (leher rahim), vagina, vulva, anus, hingga bibir kelamin. |
Lebih lanjut, Prof. Hartono menjelaskan bahwa virus masuk ke tubuh melalui luka atau robekan halus pada kulit dan selaput lendir. DNA virus kemudian menyatu dengan sel mukosa dan terus menyebar. Oleh karena itu, vaksinasi pada laki-laki dan perempuan secara bersamaan menjadi kunci utama dalam menekan prevalensi virus secara signifikan.
Berdasarkan penelitian, jika vaksinasi hanya diberikan kepada perempuan, dibutuhkan waktu 30 hingga 50 tahun untuk menekan prevalensi HPV tipe ganas. Namun, jika cakupan vaksinasi dilakukan secara penuh (full coverage) pada laki-laki dan perempuan, penurunan signifikan dapat dicapai lebih cepat, yakni dalam waktu sekitar 30 tahun.
“Imunisasi HPV merupakan cara paling efektif untuk melindungi individu dari kanker serviks atau HPV-related cancer. Waktu terbaik untuk memberikan imunisasi ini adalah pada anak usia 9 hingga 14 tahun,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Fakta terbaru HPV terungkap: tidak hanya menyerang wanita, 1 dari 3 pria juga terinfeksi. Simak mitos vs fakta, cara penularan, dan pentingnya vaksin HPV.
PEMERINTAH mulai memperluas cakupan vaksinasi HPV dengan menyasar laki-laki pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai strategi baru untuk mencegah kanker serviks.
ANTUSIASME masyarakat Kota Kupang terhadap vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) melampaui ekspektasi. Pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (3/2), jumlah pendaftar mencapai 370 orang.
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Dokter spesialis dr. Darrell Fernando menegaskan vaksin HPV tetap efektif bagi wanita yang sudah melahirkan untuk mencegah kanker serviks. Simak alasannya.
Vaksin HPV terbukti mampu mencegah hingga 90% kanker. Ketahui manfaat, keamanan, dan siapa saja yang wajib mendapatkannya.
Hasil skrining BPJS Kesehatan menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved