Vaksinasi HPV Dipastikan Bisa Cegah Kanker dan Memutus Rantai Penularan Virus.

Basuki Eka Purnama
22/4/2026 15:21
Vaksinasi HPV Dipastikan Bisa Cegah Kanker dan Memutus Rantai Penularan Virus.
Ilustrasi--Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada pelajar di SMP Negeri 4, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (20/1/2025).(ANTARA/Prasetia Fauzani)

SATUAN Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, menekankan pentingnya pemberian vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) tidak hanya bagi perempuan, tetapi juga laki-laki. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah berbagai jenis kanker dan memutus rantai penularan virus yang bersifat universal tersebut.

Prof. Hartono menjelaskan bahwa hampir setiap individu berisiko terinfeksi HPV setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Meski sistem imun tubuh manusia mampu menyembuhkan sekitar 90% infeksi dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, risiko tetap mengintai jika infeksi terjadi berulang atau daya tahan tubuh melemah.

“Jika terinfeksi virus HPV itu berulang atau daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat merokok atau gangguan sistem imun, infeksi tersebut dapat menjadi menetap,” ujar Prof. Hartono dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa (21/4).

Mekanisme Penularan dan Risiko Penyakit

Penularan HPV dapat terjadi melalui kontak seksual maupun nonseksual, seperti sentuhan kulit ke kulit atau selaput lendir. Prof. Hartono memaparkan data prevalensi keberadaan virus ini pada tubuh manusia yang cukup mengejutkan.

Kategori Temuan Prevalensi HPV
Laki-laki 10% ditemukan dalam air liur
Perempuan 3,6% ditemukan dalam air liur

Virus HPV dikategorikan menjadi dua jenis utama berdasarkan tingkat risikonya:

Jenis HPV Dampak Kesehatan
Risiko Rendah (Low-risk) Kutil kelamin, papiloma pada kulit, telapak tangan/kaki, serta papiloma pada pita suara (tenggorokan) yang menyebabkan suara serak.
Risiko Tinggi (High-risk) Lesi pra-kanker dan kanker pada serviks (leher rahim), vagina, vulva, anus, hingga bibir kelamin.

Vaksinasi Laki-laki Percepat Eliminasi Virus

Lebih lanjut, Prof. Hartono menjelaskan bahwa virus masuk ke tubuh melalui luka atau robekan halus pada kulit dan selaput lendir. DNA virus kemudian menyatu dengan sel mukosa dan terus menyebar. Oleh karena itu, vaksinasi pada laki-laki dan perempuan secara bersamaan menjadi kunci utama dalam menekan prevalensi virus secara signifikan.

Berdasarkan penelitian, jika vaksinasi hanya diberikan kepada perempuan, dibutuhkan waktu 30 hingga 50 tahun untuk menekan prevalensi HPV tipe ganas. Namun, jika cakupan vaksinasi dilakukan secara penuh (full coverage) pada laki-laki dan perempuan, penurunan signifikan dapat dicapai lebih cepat, yakni dalam waktu sekitar 30 tahun.

“Imunisasi HPV merupakan cara paling efektif untuk melindungi individu dari kanker serviks atau HPV-related cancer. Waktu terbaik untuk memberikan imunisasi ini adalah pada anak usia 9 hingga 14 tahun,” pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya