Menkes: Vaksinasi HPV akan Mulai Diberikan ke Laki-laki Tahun Ini

Atalya Puspa    
20/4/2026 15:42
Menkes: Vaksinasi HPV akan Mulai Diberikan ke Laki-laki Tahun Ini
Petugas menunjukkan vaksin Human Papillomavirus (vaksin HPV).(Dok. Antara)

PEMERINTAH mulai memperluas cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dengan menyasar laki-laki pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai strategi baru untuk menekan penularan virus penyebab kanker serviks, yang selama ini lebih banyak difokuskan pada perempuan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, perluasan vaksinasi HPV ini didasarkan pada peran laki-laki sebagai pembawa (carrier) virus HPV yang dapat menularkan kepada perempuan.

“Perempuan yang paling terdampak karena bisa mengalami kanker serviks, tetapi penularannya bisa berasal dari laki-laki,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (20/4).

Selama ini, program vaksinasi HPV nasional difokuskan pada anak perempuan usia sekolah, khususnya kelompok usia 10–11 tahun, yang kemudian diperluas ke remaja perempuan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Namun, pemerintah menilai pendekatan yang hanya menyasar perempuan belum cukup untuk memutus rantai penularan.

Dengan memasukkan laki-laki sebagai sasaran vaksinasi, diharapkan terbentuk perlindungan yang lebih luas di tingkat populasi.

“Kalau yang divaksin hanya perempuan, beban perlindungannya ada di satu sisi. Di banyak negara, vaksin HPV diberikan ke laki-laki dan perempuan sekaligus agar lebih efektif menekan penularan,” kata Budi.

Selain memperkuat perlindungan kesehatan, kebijakan ini juga dinilai dapat meningkatkan penerimaan publik terhadap program vaksinasi HPV. Pemerintah melihat, di sejumlah negara, perempuan cenderung lebih menerima vaksinasi ketika laki-laki juga mendapatkan perlakuan yang sama.

Perluasan vaksinasi ini dilakukan di tengah upaya pemerintah meningkatkan cakupan imunisasi nasional, yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keraguan sebagian masyarakat terhadap vaksin.

Karena itu, pendekatan komunikasi publik juga terus diperkuat agar informasi mengenai manfaat vaksin HPV dapat lebih mudah dipahami.

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan preventif yang paling efektif dan relatif murah dalam menekan angka penyakit dan kematian.

Pengalaman berbagai negara menunjukkan, pemberian vaksinasi HPV secara luas mampu menurunkan kasus kanker serviks secara signifikan," pungkas Budi.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya