Vaksin HPV Tetap Ampuh untuk Wanita Sudah Melahirkan, Ini Penjelasan Dokter

Media Indonesia
25/4/2026 18:01
Vaksin HPV Tetap Ampuh untuk Wanita Sudah Melahirkan, Ini Penjelasan Dokter
Petugas menunjukkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) dosis kedua di Kantor Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Manokwari, Papua Barat, Jumat (17/4/2026). Vaksin dosis kedua program Sejuta Vaksin HPV yang diikuti sebanyak 299 orang perempuan dari kalangan(ANTARA FOTO/Chairil Indra/sgd/foc.)

ANGGAPAN bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) hanya diperuntukkan bagi remaja atau wanita yang belum menikah dijelaskan lebih rinci oleh Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG. Ia menegaskan bahwa vaksin HPV tetap memiliki efektivitas tinggi bagi wanita yang sudah melahirkan.

Menurut dr. Darrell, pemberian vaksin di usia produktif sangat krusial untuk menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia. Ia menyoroti masih banyaknya wanita yang sudah menikah namun belum mendapatkan proteksi vaksin ini.

"It's never too late, misalnya sudah menikah, sudah pernah berhubungan intim tidak apa-apa, cek dulu. Never too late to catch up on the vaccine anyway," ujar dr. Darrell dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Mematahkan Mitos "Satu Pasangan Pasti Aman"

Salah satu hambatan utama cakupan vaksinasi HPV pada orang dewasa ialah mispersepsi mengenai pola penularan. Banyak wanita merasa aman dari infeksi HPV karena merasa hanya memiliki satu pasangan seksual setelah menikah.

dr. Darrell menjelaskan bahwa HPV memiliki sifat unik karena dapat menular melalui kontak kulit ke kulit. Jika virus yang menempel di kulit tersebut terpenetrasi saat hubungan seksual, risiko infeksi tetap ada meskipun tidak berganti-ganti pasangan.

"Persepsi yang paling berbahaya ketika orang berpikiran 'saya kayaknya aman', padahal tidak. Semua orang yang berhubungan intim bisa terpapar oleh HPV," tegasnya.

Data Kanker Serviks di Indonesia:
  • Berdasarkan data Globocan 2022, kanker serviks menempati posisi ketiga kanker terbanyak di Indonesia.
  • Tercatat sebanyak 36.964 kasus baru pada periode tersebut.
  • Pemerintah menargetkan eliminasi kanker serviks secara nasional pada tahun 2030.

Manfaat Luas: Dari Kanker Anus hingga Kutil Kelamin

Selain mencegah kanker mulut rahim (serviks), vaksin HPV juga efektif mencegah berbagai penyakit serius lainnya, seperti:

  • Kanker vagina dan vulva.
  • Kanker anus.
  • Kanker orofaringeal (tenggorokan).
  • Kutil kelamin.

dr. Darrell juga mengingatkan pentingnya vaksinasi bagi laki-laki. Selain untuk melindungi diri dari risiko kanker penis, laki-laki berperan sebagai pembawa (carrier) yang dapat menularkan virus kepada pasangannya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperluas program imunisasi. Selain pemberian vaksin gratis bagi siswi kelas 5 dan 6 SD melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), pemerintah juga berencana memulai pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki berusia 11 tahun sebagai langkah preventif menyeluruh. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya