Bolehkah Berenang saat Menstruasi? Ini Penjelasan Dokter

Putri Rosmalia Octaviyani
22/4/2026 17:47
Bolehkah Berenang saat Menstruasi? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi seorang perempuan berenang.(Dok. Freepik)

MITOS seputar kesehatan reproduksi perempuan masih sering beredar luas di masyarakat, salah satunya adalah larangan berenang saat menstruasi. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dinda Derdameisya, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar secara medis.

Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4), dr. Dinda menjelaskan bahwa berenang saat haid adalah aktivitas yang aman dilakukan. Ia mengategorikan larangan tersebut sebagai mitos, serupa dengan larangan memotong kuku atau keharusan meminum soda agar menstruasi lancar.

Tekanan Air dan Aliran Darah

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini memaparkan fenomena fisik yang terjadi saat perempuan berada di dalam air. Menurutnya, menstruasi akan tetap berlangsung secara biologis, namun tekanan air di dalam kolam dapat memberikan efek tertentu.

"Menstruasi akan tetap terjadi meski perempuan sedang berenang. Namun, tekanan air dalam kolam berperan dalam menghentikan darah sementara," ujar dr. Dinda.

Meski diperbolehkan, ia memberikan catatan penting mengenai manajemen waktu dan kebersihan diri. Sang dokter menyarankan agar aktivitas berenang dilakukan saat volume darah sudah mulai berkurang atau mendekati akhir siklus menstruasi.

"Kalau mau berenang itu saat menstruasi jangan sedang banyak-banyaknya. Jadi saat naik ke atas (keluar dari kolam), lalu darahnya keluar lagi, bisa langsung dibersihkan ke kamar mandi," tambahnya.

Menepis Mitos Air Dingin dan Keramas

Selain isu berenang, dr. Dinda juga meluruskan beberapa mitos populer lainnya yang sering membatasi aktivitas perempuan saat haid:

  • Minum Air Dingin: Tidak ada larangan medis mengonsumsi air dingin saat menstruasi. Pilihan suhu minuman sepenuhnya bergantung pada preferensi masing-masing individu. Minuman hangat memang dapat memberikan rasa nyaman, namun bukan sebuah kewajiban.
  • Keramas: Perempuan sangat disarankan untuk tetap keramas dan menjaga kebersihan rambut serta tubuh guna menghindari bau tidak sedap dan menjaga higienitas selama masa menstruasi.

Dr. Dinda menekankan bahwa maraknya mitos yang dipercaya secara turun-temurun harus diatasi dengan edukasi kesehatan reproduksi yang masif. Hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga lingkungan keluarga, agar perempuan memiliki akses informasi yang akurat mengenai kondisi tubuh mereka sendiri.

Dengan pemahaman medis yang benar, diharapkan perempuan tidak lagi merasa terbatasi oleh mitos-mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah, serta tetap dapat menjalankan aktivitas harian dengan nyaman dan sehat. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya