Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MITOS seputar kesehatan reproduksi perempuan masih sering beredar luas di masyarakat, salah satunya adalah larangan berenang saat menstruasi. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dinda Derdameisya, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar secara medis.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4), dr. Dinda menjelaskan bahwa berenang saat haid adalah aktivitas yang aman dilakukan. Ia mengategorikan larangan tersebut sebagai mitos, serupa dengan larangan memotong kuku atau keharusan meminum soda agar menstruasi lancar.
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini memaparkan fenomena fisik yang terjadi saat perempuan berada di dalam air. Menurutnya, menstruasi akan tetap berlangsung secara biologis, namun tekanan air di dalam kolam dapat memberikan efek tertentu.
"Menstruasi akan tetap terjadi meski perempuan sedang berenang. Namun, tekanan air dalam kolam berperan dalam menghentikan darah sementara," ujar dr. Dinda.
Meski diperbolehkan, ia memberikan catatan penting mengenai manajemen waktu dan kebersihan diri. Sang dokter menyarankan agar aktivitas berenang dilakukan saat volume darah sudah mulai berkurang atau mendekati akhir siklus menstruasi.
"Kalau mau berenang itu saat menstruasi jangan sedang banyak-banyaknya. Jadi saat naik ke atas (keluar dari kolam), lalu darahnya keluar lagi, bisa langsung dibersihkan ke kamar mandi," tambahnya.
Selain isu berenang, dr. Dinda juga meluruskan beberapa mitos populer lainnya yang sering membatasi aktivitas perempuan saat haid:
Dr. Dinda menekankan bahwa maraknya mitos yang dipercaya secara turun-temurun harus diatasi dengan edukasi kesehatan reproduksi yang masif. Hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga lingkungan keluarga, agar perempuan memiliki akses informasi yang akurat mengenai kondisi tubuh mereka sendiri.
Dengan pemahaman medis yang benar, diharapkan perempuan tidak lagi merasa terbatasi oleh mitos-mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah, serta tetap dapat menjalankan aktivitas harian dengan nyaman dan sehat. (Ant/H-3)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved