Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERLAMBATAN menstruasi pada remaja putri bukan sekadar fase biasa yang bisa diabaikan. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Dinda Derdameisya (Sp.OG), menegaskan ada batas usia dan tanda-tanda tertentu yang wajib diwaspadai oleh orang tua.
Menurut Dinda, remaja perempuan yang belum mengalami menstruasi hingga usia tertentu perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis. Ia menekankan bahwa usia 14 tahun menjadi batas penting, terutama jika belum terlihat tanda-tanda pubertas.
“Jika sampai usia 14 tahun belum muncul tanda seks sekunder seperti pertumbuhan payudara atau rambut halus, sebaiknya segera konsultasi,” ujar Dinda dilansir dari Antara, Rabu (22/4).
Tak hanya itu, kondisi berbeda juga perlu diwaspadai. Remaja yang sudah menunjukkan perubahan fisik, namun belum mengalami menstruasi hingga usia 16 tahun, juga disarankan untuk segera memeriksakan diri.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa secara umum, menstruasi pertama biasanya terjadi pada rentang usia 10 hingga 11 tahun, dengan batas maksimal normal di usia 16 tahun.
Selain usia, faktor pertumbuhan tubuh juga menjadi indikator penting. Tinggi badan dan perkembangan fisik harus sesuai dengan kurva pertumbuhan anak.
Menstruasi sendiri merupakan proses alami yang menandakan kematangan hormon reproduksi. Saat hormon mencapai tingkat tertentu, tubuh akan mempersiapkan kehamilan dengan menebalkan dinding rahim. Jika tidak terjadi pembuahan, lapisan tersebut akan luruh sebagai darah menstruasi.
Namun pada anak di bawah usia 11 tahun, hormon reproduksi masih berada pada tahap awal sehingga belum cukup matang untuk memicu menstruasi.
Dinda juga menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Minimnya edukasi sering membuat remaja kebingungan menghadapi perubahan tubuhnya sendiri.
“Jangan sampai anak tidak paham karena orang tuanya juga tidak memberikan penjelasan yang cukup,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keluarga memiliki peran utama sebagai sumber edukasi pertama agar remaja mendapatkan informasi yang benar dan dapat menjaga kesehatannya sejak dini. (Z-10)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membagikan tablet tambah darah gratis kepada para remaja putri sebagai upaya mencegah anemia.
Sebanyak 30% remaja putri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mengalami anemia, terutama di kalangan siswa kelas 7 dan 10.
Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Tamansari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved