Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MITOS seputar menstruasi masih sering menghantui kaum perempuan di Indonesia. Mulai dari larangan berenang hingga pantangan minum air dingin, informasi yang tidak akurat ini kerap diturunkan dari generasi ke generasi. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, memberikan penjelasan medis untuk meluruskan persepsi masyarakat.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (24/4), Dinda menegaskan bahwa banyak anggapan masyarakat terkait aktivitas selama masa haid hanyalah mitos belaka. Ia menyoroti beberapa poin utama, termasuk isu berenang saat menstruasi yang sering dianggap tabu.
Menurut Dinda, perempuan tetap diperbolehkan berenang meski sedang dalam masa menstruasi. Secara biologis, proses peluruhan dinding rahim tetap terjadi di dalam air. Namun, terdapat fenomena fisik yang membuat darah seolah berhenti mengalir saat berada di dalam kolam.
"Sebenarnya banyak mitos seputar menstruasi, seperti perempuan tidak boleh potong kuku, enggak boleh berenang, kemudian biar menstruasi lancar harus minum soda, itu mitos ya," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tekanan air di dalam kolam berperan dalam menahan keluarnya darah untuk sementara waktu. Meski demikian, dr. Dinda memberikan saran praktis demi kenyamanan dan kebersihan diri.
"Kalau mau berenang itu saat menstruasi jangan sedang banyak-banyaknya. Jadi saat naik ke atas (keluar dari kolam), lalu darahnya keluar lagi, bisa langsung dibersihkan ke kamar mandi," tambahnya.
Selain soal berenang, Dinda juga mematahkan anggapan bahwa perempuan dilarang minum air dingin atau es saat haid. Ia menyatakan bahwa pilihan suhu minuman sepenuhnya bergantung pada preferensi masing-masing individu dan tidak memengaruhi kelancaran siklus menstruasi.
Meskipun minuman hangat sering disarankan untuk memberikan rasa nyaman dan meredakan kram, hal tersebut bukanlah sebuah kewajiban medis. Begitu pula dengan urusan kebersihan rambut; perempuan tetap diperbolehkan keramas sesuka hati untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari bau tidak sedap pada kulit kepala.
Berikut adalah rangkuman fakta vs mitos menstruasi berdasarkan penjelasan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG:
| Aktivitas/Kebiasaan | Status | Penjelasan Medis |
|---|---|---|
| Berenang | Boleh | Tekanan air menahan darah sementara; disarankan saat volume darah sedikit. |
| Minum Air Dingin/Es | Boleh | Tergantung preferensi; tidak memengaruhi siklus haid. |
| Keramas | Boleh | Penting untuk menjaga kebersihan diri dan aroma tubuh. |
| Potong Kuku | Boleh | Hanya mitos, tidak ada kaitan medis dengan menstruasi. |
| Minum Soda | Mitos | Tidak terbukti secara medis dapat melancarkan menstruasi. |
Menutup penjelasannya, Dinda menekankan bahwa maraknya mitos ini perlu diatasi dengan edukasi kesehatan reproduksi yang masif. Hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga lingkungan keluarga.
Akses terhadap informasi yang akurat menjadi kunci utama bagi perempuan untuk memahami kondisi tubuh mereka sendiri. Dengan literasi kesehatan yang baik, diharapkan perempuan tidak lagi merasa terbatasi oleh mitos-mitos yang tidak memiliki dasar medis yang kuat. (Ant/Z-1)
Ketua Perdoski dr. Hanny Nilasari meluruskan mitos virus HPV. Ternyata laki-laki juga berisiko tinggi terkena kanker akibat HPV. Simak faktanya.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya menepis mitos larangan berenang saat menstruasi. Simak fakta medis dan tips menjaga kebersihan saat haid.
Benarkah Tembok Besar Tiongkok terlihat dari luar angkasa? Simak fakta ilmiah dari astronot NASA dan sejarah asal-usul mitos populer ini.
Kandungan fitoestrogen pada kedelai di tempe dituding dapat mengganggu keseimbangan hormon maskulin.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Haid di malam ganjil Ramadan? Jangan sedih. Ini 5 amalan yang tetap bisa dilakukan wanita saat haid untuk meraih pahala Lailatul Qadar.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, termasuk stres, perubahan berat badan, atau kondisi medis tertentu. Namun, jika haid telat dalam waktu yang lama
Terdapat mekanisme agar selama ibadah haji tidak haid, biasanya yang umum dilakukan adalah menundanya dengan mengonsumsi obat hormon.
Perempuan di Indonesia masih merasa malu atau enggan membicarakan topik seputar menstruasi atau gangguan reproduksi yang berakibat pada kesehatan di masa mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved