Mitos Menstruasi: Ini Penjelasan Dokter Kandungan Soal Berenang dan Air Es

Basuki Eka Purnama
24/4/2026 16:25
Mitos Menstruasi: Ini Penjelasan Dokter Kandungan Soal Berenang dan Air Es
Ilustrasi(Freepik)

MITOS seputar menstruasi masih sering menghantui kaum perempuan di Indonesia. Mulai dari larangan berenang hingga pantangan minum air dingin, informasi yang tidak akurat ini kerap diturunkan dari generasi ke generasi. Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, memberikan penjelasan medis untuk meluruskan persepsi masyarakat.

Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (24/4), Dinda menegaskan bahwa banyak anggapan masyarakat terkait aktivitas selama masa haid hanyalah mitos belaka. Ia menyoroti beberapa poin utama, termasuk isu berenang saat menstruasi yang sering dianggap tabu.

Berenang Saat Menstruasi: Fakta Medis

Menurut Dinda, perempuan tetap diperbolehkan berenang meski sedang dalam masa menstruasi. Secara biologis, proses peluruhan dinding rahim tetap terjadi di dalam air. Namun, terdapat fenomena fisik yang membuat darah seolah berhenti mengalir saat berada di dalam kolam.

"Sebenarnya banyak mitos seputar menstruasi, seperti perempuan tidak boleh potong kuku, enggak boleh berenang, kemudian biar menstruasi lancar harus minum soda, itu mitos ya," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Ia menjelaskan bahwa tekanan air di dalam kolam berperan dalam menahan keluarnya darah untuk sementara waktu. Meski demikian, dr. Dinda memberikan saran praktis demi kenyamanan dan kebersihan diri.

"Kalau mau berenang itu saat menstruasi jangan sedang banyak-banyaknya. Jadi saat naik ke atas (keluar dari kolam), lalu darahnya keluar lagi, bisa langsung dibersihkan ke kamar mandi," tambahnya.

Minum Air Es dan Kebersihan Diri

Selain soal berenang, Dinda juga mematahkan anggapan bahwa perempuan dilarang minum air dingin atau es saat haid. Ia menyatakan bahwa pilihan suhu minuman sepenuhnya bergantung pada preferensi masing-masing individu dan tidak memengaruhi kelancaran siklus menstruasi.

Meskipun minuman hangat sering disarankan untuk memberikan rasa nyaman dan meredakan kram, hal tersebut bukanlah sebuah kewajiban medis. Begitu pula dengan urusan kebersihan rambut; perempuan tetap diperbolehkan keramas sesuka hati untuk menjaga kebersihan diri dan menghindari bau tidak sedap pada kulit kepala.

Berikut adalah rangkuman fakta vs mitos menstruasi berdasarkan penjelasan dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG:

Aktivitas/Kebiasaan Status Penjelasan Medis
Berenang Boleh Tekanan air menahan darah sementara; disarankan saat volume darah sedikit.
Minum Air Dingin/Es Boleh Tergantung preferensi; tidak memengaruhi siklus haid.
Keramas Boleh Penting untuk menjaga kebersihan diri dan aroma tubuh.
Potong Kuku Boleh Hanya mitos, tidak ada kaitan medis dengan menstruasi.
Minum Soda Mitos Tidak terbukti secara medis dapat melancarkan menstruasi.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi

Menutup penjelasannya, Dinda menekankan bahwa maraknya mitos ini perlu diatasi dengan edukasi kesehatan reproduksi yang masif. Hal ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga lingkungan keluarga.

Akses terhadap informasi yang akurat menjadi kunci utama bagi perempuan untuk memahami kondisi tubuh mereka sendiri. Dengan literasi kesehatan yang baik, diharapkan perempuan tidak lagi merasa terbatasi oleh mitos-mitos yang tidak memiliki dasar medis yang kuat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya