Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Boy Abidin menyatakan banyak perempuan menormalisasi dan merasa tabu membahas isu nyeri haid dan Pendarahan Menstruasi Berat (PMB) karena adanya stigma dan hoaks.
"Akses terhadap informasi tentang kesehatan reproduksi perempuan yang akurat dan mudah dipahami harus terus ditingkatkan," kata Boy, dikutip Rabu (23/4).
Dokter lulusan Universitas Padjadjaran itu menyoroti banyak perempuan di Indonesia masih merasa malu atau enggan membicarakan topik seputar menstruasi atau gangguan reproduksi yang berakibat pada kesehatan di masa mendatang.
Ia mencontohkan seperti nyeri haid dan PMB yang bisa berdampak pada anemia dan penurunan kualitas hidup.
Terkait dengan PMB, satu dari tiga perempuan mengalami hal tersebut dan mengacu pada pendarahan menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari atau volume darah yang berlebihan dari kondisi normal.
Selain kedua masalah tersebut, masalah reproduksi yang kerap terlambat didiagnosis seperti endometriosis. Penyakit itu secara global disebutnya sudah mempengaruhi sekitar satu dari sembilan perempuan berusia produktif.
Penyakit itu, katanya, sering terlambat didiagnosis karena minimnya kesadaran dan pengetahuan perempuan.
"Normalisasi terhadap kondisi yang sebetulnya tidak normal merupakan sebuah stigma yang harus diluruskan. Misalnya normal pada menstruasi juga berbeda-beda pada setiap perempuan, namun ada batasan normal yang perlu dipelajari," katanya.
Boy menjelaskan bahwa normalnya rata-rata siklus haid berlangsung selama 28 hari, namun periode antara 21-35 hari juga masih dianggap normal.
Adapun banyaknya darah menstruasi yang keluar normalnya berkisar 3 sampai 5 pembalut atau sekitar 80 cc per hari.
Ia mengatakan jika lewat dari batas tersebut, maka sudah masuk dalam kategori tidak normal dan perlu segera mendapat penanganan.
"Begitu pula dengan sakit pada saat menstruasi dapat menjadi indikasi awal endometriosis pada perempuan," ucapnya.
Menanggapi masalah tersebut, Boy menekankan bahwa pemahaman tentang kesehatan reproduksi tidak hanya penting dalam konteks diagnosis, tetapi juga dalam pengambilan keputusan yang tepat mengenai kontrasepsi.
Ia menambahkan kontrasepsi modern baik pil KB sampai IUD hormonal tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan, tetapi juga memiliki manfaat sebagai terapi untuk masalah reproduksi dan meningkatkan kualitas hidup seperti terapi untuk PMB dan gangguan normal.
"Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting, ketika perempuan sudah dibekali informasi yang tepat, tentunya mereka akan
lebih mengerti dan paham terhadap tubuhnya, dan ke depan akan membantu dalam proses diagnosis dan pengobatan yang lebih dini," pungkas dokter yang praktik di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading itu. (Ant/Z-1)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Haid di malam ganjil Ramadan? Jangan sedih. Ini 5 amalan yang tetap bisa dilakukan wanita saat haid untuk meraih pahala Lailatul Qadar.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, termasuk stres, perubahan berat badan, atau kondisi medis tertentu. Namun, jika haid telat dalam waktu yang lama
Terdapat mekanisme agar selama ibadah haji tidak haid, biasanya yang umum dilakukan adalah menundanya dengan mengonsumsi obat hormon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved