Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, penulis lagu, sekaligus aktris berbakat, Maudy Ayunda, menekankan bahwa dukungan terhadap perempuan yang sedang mengalami masa menstruasi tidak boleh hanya berhenti pada pernyataan normatif. Menurutnya, kepedulian nyata justru lahir dari komunikasi yang empatik dan pertanyaan yang tulus.
Dalam acara bincang-bincang memperingati Hari Kartini yang digelar oleh Laurier di Jakarta, dikutip Jumat (24/4), pemilik nama lengkap Ayunda Faza Maudya ini berbagi perspektif mengenai pentingnya mengubah pola komunikasi terhadap perempuan di masa datang bulan.
“Kadang kita merasa sedang membantu dengan memberi solusi atau nasihat. Padahal yang dibutuhkan justru pertanyaan sederhana seperti ‘kamu butuh apa?’ atau ‘rasanya bagaimana?’,” ujar Maudy.
Maudy menjelaskan bahwa menstruasi adalah proses alami bulanan yang sering kali berbenturan dengan jadwal kerja yang padat. Meski secara fisik dan emosional mengalami perubahan signifikan, perempuan tetap dituntut untuk tampil profesional di ruang publik.
Kondisi inilah yang membuat lingkungan suportif menjadi sangat krusial. Maudy berharap masyarakat tidak lagi meremehkan kondisi tersebut atau memberikan label negatif seperti "terlalu sensitif" kepada perempuan yang sedang menstruasi.
Berikut adalah poin-poin utama bentuk dukungan yang disarankan oleh Maudy Ayunda:
| Aspek Dukungan | Bentuk Tindakan Nyata |
|---|---|
| Pola Komunikasi | Beralih dari memberi nasihat/solusi menjadi mengajukan pertanyaan yang menunjukkan kepedulian. |
| Ruang Aman | Memberi ruang bagi perempuan untuk bercerita atau menghargai keinginan mereka untuk tidak bercerita. |
| Edukasi Pasangan | Membangun komunikasi terbuka mengenai fase menstruasi dan pramenstruasi agar pasangan bisa merespons dengan tepat. |
| Sikap Sosial | Menghilangkan stigma "terlalu sensitif" dan mengakui validitas perasaan perempuan. |
Lebih lanjut, Maudy menyoroti peran penting pasangan dalam siklus ini. Pemahaman mendalam mengenai fase pramenstruasi (PMS) hingga masa menstruasi dapat membantu pasangan memberikan respons yang lebih akurat dan menenangkan.
Ia meyakini bahwa perubahan kecil dalam cara berkomunikasi—dari sekadar ucapan formal menjadi pertanyaan yang mendalam—dapat menciptakan lingkungan yang jauh lebih suportif. "Bentuknya bisa sesederhana bertanya. Itu membuat kita merasa didengar dan dianggap penting," tambahnya.
Diskusi ini menegaskan bahwa kenyamanan perempuan saat menstruasi tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan emosional dari orang-orang terdekat di sekitarnya. (Ant/Z-1)
Maudy Ayunda mengajak perempuan Indonesia memaknai perjuangan R.A. Kartini dengan menjaga rasa ingin tahu dan berani menjadi diri sendiri di era modern.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
MAUDY Ayunda kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam proyek film terbarunya, Para Perasuk. Kali ini, aktris yang tersebut harus menghadapi tantangan fisik dan mental.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Simak daftar 6 artis dan figur publik inspiratif penerima beasiswa LPDP, mulai dari Maudy Ayunda hingga Acha Septriasa.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved