Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN emosi yang dialami perempuan saat memasuki masa menstruasi sering kali dianggap sekadar masalah suasana hati biasa. Namun, pakar kesehatan jiwa menegaskan bahwa fenomena ini merupakan proses biologis yang kompleks, melibatkan dinamika hormon dan kerja sistem saraf di otak.
Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, menjelaskan bahwa fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi memiliki dampak langsung terhadap kadar neurotransmiter, seperti serotonin dan dopamin. Kedua zat kimia ini bertanggung jawab dalam mengatur motivasi serta stabilitas emosi seseorang.
“Ketika memasuki awal menstruasi, kadar estrogen cenderung menurun. Hal itu berdampak pada serotonin dan dopamin, sehingga perempuan bisa merasa lebih sensitif atau emosional,” ujar Elvine dalam sebuah acara bincang-bincang memperingati Hari Kartini di Jakarta, dikutip Jumat (24/4).
Penurunan kadar hormon ini tidak hanya memengaruhi perasaan secara internal, tetapi juga mengubah cara perempuan mempersepsikan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan sejumlah penelitian, perempuan pada fase awal menstruasi cenderung menjadi lebih peka terhadap ekspresi wajah atau respons sosial dari orang lain.
Akibatnya, interaksi atau komentar yang sebenarnya bersifat netral bisa saja tertangkap sebagai sesuatu yang tajam atau negatif. Kondisi inilah yang sering kali memicu stigma di masyarakat bahwa perempuan menjadi "mudah marah" atau "terlalu sensitif" saat datang bulan.
| Komponen Biologis | Peran dalam Tubuh | Dampak Saat Menstruasi |
|---|---|---|
| Estrogen & Progesteron | Hormon reproduksi utama. | Kadar menurun drastis di awal fase. |
| Serotonin | Pengatur suasana hati (mood). | Menurun, memicu perasaan sensitif. |
| Dopamin | Pusat kesenangan dan motivasi. | Terganggu, memengaruhi level energi. |
Kabar baiknya, kondisi ini bersifat sementara. Elvine menambahkan bahwa setelah fase menstruasi berlalu dan kadar estrogen kembali meningkat, kondisi neurotransmiter akan membaik secara alami, sehingga stabilitas emosional perempuan kembali pulih.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemahaman dari lingkungan terdekat, terutama pasangan dan keluarga. Komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk menghindari konflik yang tidak perlu akibat kesalahpahaman persepsi.
“Empati tidak cukup dalam bentuk kata-kata. Perlu tindakan nyata dan pemahaman bahwa ini adalah proses biologis yang dialami setiap perempuan,” tegasnya. Ia juga mendorong agar edukasi mengenai kesehatan reproduksi dimulai dari lingkup rumah tangga guna menghapus stigma negatif dan membangun sistem dukungan yang lebih sehat bagi perempuan.
Melalui pemahaman yang tepat, perubahan emosi saat menstruasi tidak lagi dipandang sebagai sebuah kelemahan, melainkan bagian dari mekanisme alami tubuh yang patut dihormati dan didukung bersama. (Ant/Z-1)
Pahami apa itu perimenopause, fase transisi sebelum menopause. Simak gejala fisik, perubahan emosional, dan cara mengelola kesehatan wanita usia 40-an di sini.
Peneliti temukan alasan medis mengapa perempuan lebih rentan terkena Irritable Bowel Syndrome (IBS) dibanding pria. Ternyata ada peran hormon estrogen dan saraf usus.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Menopause sering dianggap sebagai akhir dari masa produktif perempuan, di mana tubuh mulai melemah, metabolisme melambat, dan energi menurun.
Kontrasepsi hormonal adalah metode yang menggunakan hormon estrogen dan/atau progesteron untuk mencegah kehamilan.
Peneliti berhasil memodifikasi senyawa psilosin dari jamur ajaib untuk mengobati depresi tanpa efek samping "fly".
Riset terbaru menunjukkan hormon dalam air liur anjing berkaitan erat dengan temperamennya. Cara baru ini bantu pemilik dan pelatih kenali anjing lebih akurat.
Cinta bukan hanya soal perasaan, tapi juga ilmiah. Pelajari efek hormon ini saat jatuh cinta dan patah hati.
Kesehatan mental yang baik berawal dari kebiasaan kecil, termasuk apa yang Anda konsumsi setiap hari. Tahukah Anda bahwa makanan tertentu mampu meningkatkan mood secara alami?
reaksi pertama yang umumnya dilakukan ialah menggaruk area gatal tersebut. Menggaruk bagian tubuh yang gatal dapat melengakan atau meredakan rasa sakit menjadi lebih ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved