Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAUDY Ayunda kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam proyek film terbarunya, Para Perasuk. Kali ini, aktris yang dikenal dengan citra anggun tersebut harus menghadapi tantangan fisik dan mental yang jauh di luar zona nyamannya. Maudy mengaku bahwa peran sebagai Laksmi menuntutnya untuk tampil tanpa emosi sekaligus menjalani koreografi yang sangat ekstrem.
Bagi Maudy, proses syuting kali ini memberikan kelelahan yang berlipat karena secara fisik ia harus melakukan lompatan-lompatan yang sangat tinggi. Ia mengungkapkan bahwa seluruh tim harus bekerja keras sepanjang hari untuk memastikan setiap adegan terekam dengan teknik yang tepat. Maudi bahkan harus menjalani syuting tanpa alas kaki (nyeker) dalam durasi yang sangat panjang.
Tantangan mentalnya pun tidak kalah berat. Maudi harus menjaga ekspresi wajahnya agar tetap "kosong" dan tanpa emosi, bahkan ketika tubuhnya sudah merasa sangat lelah.
"Wajah, ekspresi, dan lain-lain itu tetap dalam dunia di mana aku tuh lagi melamun atau aku lagi disebut. Jadi wajahnya tuh kosong. Ini enggak punya emosi," ungkap Maudi, di Jakarta, Selasa, (14/4).
Salah satu bagian paling unik dari persiapannya adalah sesi latihan bersama koreografer Siko Setyanto. Maudy diminta untuk melakukan gerakan-gerakan hewan untuk melenturkan tubuh sekaligus mentalnya sebelum masuk ke koreografi inti.
Ia menceritakan bahwa instruksi yang diterimanya sangat spesifik dan menantang. "PR utamanya adalah gimana caranya aku bisa nyaman dan melepas semua self-talk yang terjadi pada saat kita bergerak. Aku sama Mas Siko itu rehearsal part 1 itu bener-bener cuman: 'Coba sekarang kamu nari jadi kadal. Kamu nari jadi macan," kenang Maudy.
Tujuan dari latihan ini adalah agar Maudy bisa bergerak bebas tanpa peduli pandangan orang lain di lokasi syuting. "Sampai enggak ada lagi urat malu. Jadi sampai mau siapapun yang nontonin di sini (Lokasi syuting), aku disuruh bergerak," tambahnya.
Meski penuh dengan risiko cedera seperti lutut yang sempat sakit akibat gerakan squat jump yang berulang, Maudy mengaku sangat menikmati prosesnya. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat melakukan adegan Rockerball, di mana ia harus berlumuran lumpur bersama para penari lainnya.
Bagi Maudy, pengalaman berbasah-basahan dan bermain lumpur tersebut memberikan rasa bahagia yang tulus. "Aku bersama penari-penari yang lain, kita guling-gulingan... rasanya tuh kayak lagi main hujan-hujanan, tapi bareng-bareng (kayak) sama anak-anak se-komplek gitu. Itu yang bikin sempurna," pungkasnya. (H-3)
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Anggun C Sasmi debut di film layar lebar Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak ceritanya memerankan Guru Asri dan tantangan rekaman mantra.
Sutradara Wregas Bhanuteja mengungkap film Para Perasuk bukan genre horor, melainkan drama obsesi manusia. Simak jadwal tayang dan daftar pemainnya.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Secara fisik, buku saku ini didesain sedemikian rupa agar terasa autentik seolah-olah memang diproduksi secara swadaya oleh masyarakat desa Latas.
FILM terbaru Wregas Bhanuteja persembahan Rekata Studio, Para Perasuk (Levitating) baru saja menggelar penayangan perdana (world premiere) di Sundance International Film Festival 2026.
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali dengan proyek terbarunya, Para Perasuk, sebuah karya sinema yang unik dan penuh terobosan.
Aktor Angga Yunanda berkolaborasi lagi dengan sutradara Wregas Bhanuteja dalam film Para Perasuk, namun ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi kali ini jauh melampaui ekspektasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved