Totalitas Maudy Ayunda di Film Para Perasuk, Menari jadi Kadal hingga Merangkak di Pasir Panas

Intan Safitri
14/4/2026 22:31
Totalitas Maudy Ayunda di Film Para Perasuk, Menari jadi Kadal hingga Merangkak di Pasir Panas
Maudy Ayunda dalam konferensi pers film Para Perasuk.(Dok. MI)

MAUDY Ayunda kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam proyek film terbarunya, Para Perasuk. Kali ini, aktris yang dikenal dengan citra anggun tersebut harus menghadapi tantangan fisik dan mental yang jauh di luar zona nyamannya. Maudy mengaku bahwa peran sebagai Laksmi menuntutnya untuk tampil tanpa emosi sekaligus menjalani koreografi yang sangat ekstrem.

Bagi Maudy, proses syuting kali ini memberikan kelelahan yang berlipat karena secara fisik ia harus melakukan lompatan-lompatan yang sangat tinggi. Ia mengungkapkan bahwa seluruh tim harus bekerja keras sepanjang hari untuk memastikan setiap adegan terekam dengan teknik yang tepat. Maudi bahkan harus menjalani syuting tanpa alas kaki (nyeker) dalam durasi yang sangat panjang.

Tantangan mentalnya pun tidak kalah berat. Maudi harus menjaga ekspresi wajahnya agar tetap "kosong" dan tanpa emosi, bahkan ketika tubuhnya sudah merasa sangat lelah. 

"Wajah, ekspresi, dan lain-lain itu tetap dalam dunia di mana aku tuh lagi melamun atau aku lagi disebut. Jadi wajahnya tuh kosong. Ini enggak punya emosi," ungkap Maudi, di Jakarta, Selasa, (14/4).

Melepas Urat Malu

Salah satu bagian paling unik dari persiapannya adalah sesi latihan bersama koreografer Siko Setyanto. Maudy diminta untuk melakukan gerakan-gerakan hewan untuk melenturkan tubuh sekaligus mentalnya sebelum masuk ke koreografi inti.

Ia menceritakan bahwa instruksi yang diterimanya sangat spesifik dan menantang. "PR utamanya adalah gimana caranya aku bisa nyaman dan melepas semua self-talk yang terjadi pada saat kita bergerak. Aku sama Mas Siko itu rehearsal part 1 itu bener-bener cuman: 'Coba sekarang kamu nari jadi kadal. Kamu nari jadi macan," kenang Maudy.

Tujuan dari latihan ini adalah agar Maudy bisa bergerak bebas tanpa peduli pandangan orang lain di lokasi syuting. "Sampai enggak ada lagi urat malu. Jadi sampai mau siapapun yang nontonin di sini (Lokasi syuting), aku disuruh bergerak," tambahnya.

Menikmati Lumpur dan Keseruan Masa Kecil

Meski penuh dengan risiko cedera seperti lutut yang sempat sakit akibat gerakan squat jump yang berulang, Maudy mengaku sangat menikmati prosesnya. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat melakukan adegan Rockerball, di mana ia harus berlumuran lumpur bersama para penari lainnya.

Bagi Maudy, pengalaman berbasah-basahan dan bermain lumpur tersebut memberikan rasa bahagia yang tulus. "Aku bersama penari-penari yang lain, kita guling-gulingan... rasanya tuh kayak lagi main hujan-hujanan, tapi bareng-bareng (kayak) sama anak-anak se-komplek gitu. Itu yang bikin sempurna," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya