Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HAID atau menstruasi adalah proses alami yang terjadi pada tubuh wanita sebagai bagian dari siklus reproduksi. Ini adalah keluarnya darah dan jaringan dari dinding rahim melalui vagina yang terjadi secara periodik, biasanya setiap bulan.
Haid terjadi sebagai hasil dari perubahan hormon yang mengatur siklus menstruasi, yang mencakup persiapan tubuh untuk kemungkinan kehamilan. Telat haid selama satu bulan atau lebih bisa menjadi hal yang menimbulkan kekhawatiran bagi banyak wanita.
Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, termasuk stres, perubahan berat badan, atau kondisi medis tertentu. Namun, jika haid telat dalam waktu yang lama, bisa ada beberapa potensi bahaya atau masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
Kehamilan adalah salah satu penyebab paling umum telat haid. Jika Anda aktif secara seksual, kehamilan bisa menjadi kemungkinan yang pertama harus dipertimbangkan. Jika tidak segera diuji, risiko keguguran atau kelainan pada kehamilan bisa meningkat.
Telat haid bisa disebabkan oleh gangguan hormonal. Ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), masalah tiroid, atau bahkan stres berlebihan bisa memengaruhi siklus menstruasi.
Stres bisa memengaruhi produksi hormon yang mengatur siklus menstruasi. Stres emosional yang intens atau perubahan besar dalam hidup bisa menyebabkan haid menjadi terlambat atau bahkan berhenti sementara.
Kondisi hipotiroidisme atau hipertiroidisme bisa mengganggu siklus haid. Produksi hormon tiroid yang abnormal mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi, yang bisa menyebabkan haid terlambat.
PCOS adalah gangguan hormonal yang umum pada wanita usia subur. Salah satu gejala utama adalah siklus menstruasi yang tidak teratur, yang bisa menyebabkan telat haid lebih dari sebulan.
Kelebihan berat badan atau penurunan berat badan yang drastis bisa memengaruhi siklus haid. Obesitas atau anoreksia dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan keterlambatan haid.
Pada usia mendekati 40 hingga 50 tahun, wanita bisa mengalami perimenopause, fase transisi sebelum menopause. Perubahan hormon ini dapat menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau telat.
Tumor, kista, atau masalah lain pada rahim atau indung telur bisa menyebabkan telat haid. Kista ovarium atau fibroid rahim adalah beberapa kondisi yang dapat mengganggu siklus menstruasi.
Penggunaan pil KB, IUD atau metode kontrasepsi lainnya bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur atau bahkan terhenti untuk beberapa waktu.
Gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia dapat menyebabkan gangguan serius pada siklus menstruasi. Malnutrisi yang disebabkan oleh gangguan makan dapat memengaruhi hormon dan menyebabkan haid terlambat atau hilang sama sekali.
Beberapa penyakit kronis atau infeksi dapat mengganggu siklus haid. Penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, atau gangguan liver dapat memengaruhi hormon yang mengatur menstruasi.
Beberapa obat-obatan, termasuk obat penghilang rasa sakit, antidepresan, atau kemoterapi, bisa memengaruhi siklus menstruasi. Penggunaan obat-obatan tertentu dapat memperlambat atau menghentikan datangnya haid.
Namun, jika hal tersebut terjadi maka cobalah untuk tes kehamilan. Jika Anda aktif secara seksual, lakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah telat haid disebabkan oleh kehamilan.
Lalu konsultasi ke dokter, jika telat haid lebih dari sebulan dan Anda tidak yakin dengan penyebabnya, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, atau USG untuk mencari tahu penyebab pasti. (Z-4)
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Spesialis UNICEF Muhammad Zainal menekankan pentingnya sanitasi layak dan edukasi untuk menghapus stigma menstruasi bagi perempuan dan remaja putri.
Maudy Ayunda menekankan pentingnya empati melalui pertanyaan sederhana untuk mendukung perempuan saat menstruasi ketimbang sekadar nasihat normatif.
Dokter spesialis kandungan dr. Dinda Derdameisya Sp.OG meluruskan mitos menstruasi, mulai dari larangan berenang, minum air es, hingga potong kuku.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan kaitan hormon estrogen dan neurotransmiter otak terhadap perubahan emosi perempuan saat fase menstruasi.
Remaja putri belum menstruasi hingga usia 14 atau 16 tahun? Dokter ungkap tanda bahaya yang sering diabaikan dan kapan harus segera periksa.
Haid di malam ganjil Ramadan? Jangan sedih. Ini 5 amalan yang tetap bisa dilakukan wanita saat haid untuk meraih pahala Lailatul Qadar.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Terdapat mekanisme agar selama ibadah haji tidak haid, biasanya yang umum dilakukan adalah menundanya dengan mengonsumsi obat hormon.
Perempuan di Indonesia masih merasa malu atau enggan membicarakan topik seputar menstruasi atau gangguan reproduksi yang berakibat pada kesehatan di masa mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved