Edukasi Kesehatan Reproduksi Jadi Kebutuhan Penting bagi Remaja

Despian Nurhidayat
15/4/2026 13:58
Edukasi Kesehatan Reproduksi Jadi Kebutuhan Penting bagi Remaja
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Edukasi kesehatan reproduksi masih jadi kebutuhan penting bagi remaja, terutama di lingkungan dengan akses informasi terbatas. “Masih banyak remaja yang belum memahami anatomi dan fungsi organ reproduksi mereka sendiri. Padahal, pemahaman ini penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan di kemudian hari,” ujar Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (FK Usakti) Nuryani Sidarta saat menggelar kegiatan PkM internasional di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia.

Ia menyampaikan edukasi yang diberikan FK Usakti kali ini terkait pencegahan masalah kesehatan reproduksi sejak dini bagi remaja putri Warga Negara Indonesia (WNI) di sekitar SIJB, Malaysia.

Ia menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja. Data menunjukkan hanya sebagian sekolah yang menyediakan edukasi kesehatan menstruasi, sementara sejumlah siswa masih memiliki pemahaman yang kurang memadai terkait kesehatan seksual dan reproduksi.

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen FK Usakti yang terdiri dari Nuryani Sidarta, Purnamawati Tjhin, Dian Mediana, Magdalena Wartono, dan Tjam Diana Samara memberikan penyuluhan mengenai anatomi dan fungsi sistem reproduksi perempuan, perubahan fisiologis pada masa remaja, hingga berbagai gangguan yang dapat terjadi, seperti nyeri haid, infeksi, dan gangguan hormonal.

Nuryani mengutarakan materi disampaikan secara interaktif dengan pendekatan yang mudah dipahami. Peserta juga diajak mengenali cara menjaga kesehatan reproduksi melalui prinsip sederhana, seperti menjaga kebersihan organ intim, memilih pakaian dalam yang tepat, serta menerapkan gaya hidup sehat.

"Selain itu, peserta kami ajak meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa nyeri haid berat adalah hal normal atau olahraga saat menstruasi berbahaya," paparnya.

Melalui kegiatan ini, kata Nuryani, FK Usakti menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengalaman mereka sehari-hari. Salah satu siswa mengaku kini lebih memahami fungsi organ reproduksi serta cara menjaga kebersihan, terutama saat menstruasi.
Pihak SIJB menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap program edukasi kesehatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk mendukung pembinaan kesehatan dan karakter siswa.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya