Hasil Skrining BPJS Kesehatan : 14,4 Juta Perempuan Berisiko Kanker Serviks

M Iqbal Al Machmudi
22/4/2026 16:54
Hasil Skrining BPJS Kesehatan : 14,4 Juta Perempuan Berisiko Kanker Serviks
enaga kesehatan mencatat data setelah pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Human Papillomavirus (HPV) DNA di Puskesmas Kendalkerep, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). Pemerintah setempat menggelar layanan deteksi dini kanker serviks s(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/kye)

SEPANJANG tahun 2025, tercatat sebanyak 79,5 juta peserta JKN dalam program BPJS Kesehatan telah melakukan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, 34,6 juta peserta (43,6%) teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah  mengatakan hasil skrining tersebut juga menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks dan 1 juta peserta berisiko kanker payudara, dua penyakit yang banyak dialami perempuan dan membutuhkan deteksi dini.

Sementara itu, berdasarkan data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara dari 1.080.031 kasus pada 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, seiring dengan kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun. 

"Peningkatan ini menegaskan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang sangat signifikan dalam Program JKN," kata Rizzky, Rabu (22/4).

Tren serupa juga terlihat pada pelayanan kanker serviks, dengan jumlah kasus yang meningkat dari 278.760 kasus pada 2021 menjadi 452.522 kasus pada 2025. Sejalan dengan peningkatan kasus, biaya terverifikasi juga meningkat dari Rp410,34 miliar pada 2021 menjadi Rp723,74 miliar pada 2025.

”BPJS Kesehatan tidak tinggal diam. Kami terus melakukan edukasi dan mendorong peserta, khususnya perempuan, untuk melakukan skrining deteksi dini, baik kanker payudara maupun kanker serviks," ujar.

Skrining kesehatan termasuk kanker serviks, sambung dia, penting agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal. 

"Hasilnya terlihat pada tahun 2025, di mana capaian skrining mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesadaran peserta yang semakin baik terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” ungkapnya.

Hasilnya cukup menggembirakan, capaian skrining kesehatan perempuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Skrining kanker payudara mencatat 7.440 peserta pada 2024 dan meningkat tajam menjadi 30.159 peserta pada 2025. 

Pemeriksaan IVA dan Papsmear

Sementara itu, skrining kanker serviks melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear periode 2021–2025 telah menjangkau 1.579.810 peserta, terdiri dari 770.672 peserta IVA dan 809.138 peserta Pap Smear.

Rizzky menegaskan bahwa deteksi dini kanker serviks merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup perempuan. 

"Semangat Kartini hari ini kami wujudkan melalui kemudahan akses layanan kesehatan bagi perempuan. BPJS Kesehatan hadir untuk memastikan perempuan dapat memperoleh layanan promotif dan preventif sejak dini, sehingga kondisi kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan,” pungkasnya.(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya