BPJS Kesehatan: Kasus Kanker Payudara Naik Signifikan di 2021--2025

Putri Rosmalia Octaviyani
22/4/2026 17:54
BPJS Kesehatan: Kasus Kanker Payudara Naik Signifikan di 2021--2025
Pita pink, simbol kepedulian pada kanker payudara.(Dok. MI)

DATA terbaru dari BPJS Kesehatan mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan terkait kesehatan perempuan di Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun (2021–2025), kasus kanker payudara mencatatkan peningkatan signifikan hingga 860 ribu kasus.

Berdasarkan data terverifikasi, jumlah kasus melonjak dari 1.080.031 pada tahun 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada tahun 2025. Lonjakan ini berdampak langsung pada beban pembiayaan kesehatan nasional. Biaya pelayanan kanker payudara meningkat dari sekitar Mata Uang Rupiah 1,03 triliun menjadi Mata Uang Rupiah 1,99 triliun dalam periode yang sama.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa kanker payudara tetap menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang sangat besar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tren Kanker Serviks dan Risiko Kesehatan

Selain kanker payudara, kanker serviks juga menunjukkan tren peningkatan. Data menunjukkan kenaikan dari 278.760 kasus pada 2021 menjadi 452.522 kasus pada 2025. Hal ini diikuti dengan kenaikan biaya terverifikasi dari Mata Uang Rupiah 410,34 miliar menjadi Mata Uang Rupiah 723,74 miliar.

Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 79,5 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, ditemukan fakta bahwa:

  • 34,6 juta peserta (43,6%) teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu.
  • 14,4 juta peserta berisiko terkena kanker serviks.
  • 1 juta peserta berisiko terkena kanker payudara.

Momentum Hari Kartini: Deteksi Dini adalah Kunci

Memperingati Hari Kartini, BPJS Kesehatan mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri. Rizzky menekankan bahwa di tengah kesibukan mengurus keluarga dan bekerja, kesehatan perempuan sering kali terabaikan.

"Deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup perempuan. Kami terus mendorong edukasi agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal," ujar Rizzky di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Peningkatan Capaian Skrining 2025:

  • Skrining Kanker Payudara: Meningkat tajam dari 7.440 peserta (2024) menjadi 30.159 peserta (2025).
  • Skrining Kanker Serviks (2021-2025): Menjangkau 1.579.810 peserta, terdiri dari 770.672 pemeriksaan IVA dan 809.138 layanan Pap Smear.

Layanan JKN untuk Perempuan

BPJS Kesehatan memastikan bahwa Program JKN menjamin berbagai layanan kesehatan bagi perempuan di setiap fase kehidupan, mulai dari promotif, preventif, hingga kuratif. Layanan yang tersedia meliputi:

  1. Skrining IVA dan Pap Smear untuk pencegahan kanker serviks.
  2. Deteksi dini kanker payudara.
  3. Pemeriksaan kehamilan (ANC).
  4. Pelayanan persalinan sesuai indikasi medis.

Dengan peran strategis perempuan sebagai garda terdepan kesehatan keluarga, kesadaran akan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya keluarga Indonesia yang sejahtera. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya