Jangan Salah Kaprah! Dokter Ungkap Mengapa Ibu Rumah Tangga Tetap Butuh Vaksin HPV

 Gana Buana
25/4/2026 18:02
Jangan Salah Kaprah! Dokter Ungkap Mengapa Ibu Rumah Tangga Tetap Butuh Vaksin HPV
Dokter spesialis tegaskan vaksin HPV tetap ampuh bagi wanita yang sudah menikah dan melahirkan.(Freepik)

ANGGAPAN bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) hanya diperuntukkan bagi remaja atau mereka yang belum aktif secara seksual resmi dipatahkan oleh pakar medis.

Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Darrell Fernando (Sp.OG) menegaskan bahwa wanita yang sudah menikah, bahkan yang telah melahirkan, tetap sangat dianjurkan menerima vaksinasi ini guna memutus rantai risiko kanker serviks.

Darrell menekankan bahwa status pernikahan atau riwayat persalinan tidak menghilangkan risiko paparan virus.

"It's never too late. Misalnya sudah menikah, sudah pernah berhubungan intim tidak apa-apa, cek dulu kondisinya. Never too late to catch up on the vaccine anyway," tegasnya dilansir dari Antara, Sabtu (25/4).

Membongkar Mitos "Satu Pasangan Pasti Aman"

Salah satu mispersepsi paling berbahaya di masyarakat adalah keyakinan bahwa setia pada satu pasangan (monogami) menjamin keamanan dari infeksi HPV. Darrell mematahkan pandangan tersebut dengan menjelaskan sifat alami virus HPV yang sangat menular.

Menurutnya, HPV dapat menempel melalui kontak kulit ke kulit. Jika virus tersebut terpenetrasi melalui hubungan seksual, risiko berkembang menjadi kanker mulut rahim atau kanker serviks menjadi sangat nyata. "Persepsi yang paling berbahaya adalah ketika orang berpikir 'saya kayaknya aman', padahal tidak. Semua orang yang berhubungan intim bisa terpapar," tambahnya.

Data Kritis Kanker Serviks di Indonesia:

Berdasarkan data Globocan 2022, kanker serviks adalah penderita kanker terbanyak ketiga di Indonesia.

  • Tercatat sebanyak 36.964 kasus baru yang mengancam kesehatan wanita di tanah air.
  • Pemerintah menargetkan eliminasi kanker serviks secara total pada tahun 2030.
  • Proteksi Menyeluruh: Bukan Hanya untuk Wanita

Efektivitas vaksin HPV ternyata melampaui pencegahan kanker serviks semata. Darrell menjelaskan bahwa vaksin ini juga ampuh mencegah kanker anus, vagina, hingga kanker orofaringeal. Menariknya, urgensi vaksinasi kini juga menyasar kaum pria.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini tengah memperluas cakupan program imunisasi. Selain memberikan vaksin gratis bagi siswi kelas 5 dan 6 SD melalui program BIAS, pemerintah berencana memulai pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki usia 11 tahun. Langkah strategis ini diambil karena laki-laki berpotensi menjadi pembawa (carrier) yang menularkan virus kepada pasangan mereka.

Dengan tingginya angka kasus di Indonesia, kesadaran wanita di usia produktif untuk melakukan "catch-up" vaksinasi menjadi kunci utama dalam menekan angka kematian akibat kanker serviks di masa depan. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya