Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MELISSA Sanders, 46, ibu tiga anak asal Valley City, Ohio, awalnya mengira perdarahan yang dialaminya selama hampir tiga bulan di awal 2024 hanyalah gejala perimenopause. Keluarga dan teman-temannya pun meyakini hal yang sama. Namun, dugaan itu runtuh ketika dokter mendiagnosisnya mengidap kanker serviks stadium 3.
“Semua orang bilang saya hanya sedang mengalami perimenopause, jadi saya tidak terlalu memikirkannya. Tapi setelah dua bulan, saya mulai merasakan nyeri seperti kontraksi,” kata Sanders.
Perimenopause biasanya ditandai dengan perubahan siklus menstruasi, hot flashes, gangguan tidur, dan kekeringan pada area kewanitaan. Namun, perdarahan berat tanpa henti yang dialami Sanders disertai nyeri hebat membuatnya memutuskan untuk menjalani tes pap smear pada Maret 2024. Tes yang setelah 22 tahun tidak pernah dilakukan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya massa di serviks. Dokter segera menghentikan prosedur biopsi karena menemukan jaringan kanker yang mengelupas. Pemindaian MRI dan PET kemudian mengonfirmasi Sanders mengidap kanker serviks stadium 3.
Selama enam bulan, Sanders menjalani kemoterapi dan radioterapi. Efek sampingnya membuatnya sangat lemah, bahkan pada sesi terakhir radiasi, ia harus dibantu anak laki-lakinya untuk berjalan. Ia menyelesaikan pengobatan pada September 2024, yang membuatnya memasuki menopause dini. Sejak saat itu, hasil pemindaian menunjukkan kondisinya bersih dari kanker.
Meski belum bisa berdiri lama seperti dulu, Sanders bertekad memulihkan kebugarannya. “Saya harus memprioritaskan diri sendiri. Saya mencoba hidup lebih sehat. Beberapa hari lalu, saya berjalan sejauh 5 km bersama putri dan cucu saya,” ujarnya.
Ia berharap bisa mendampingi cucunya, Gracelynn, tumbuh besar. Sanders juga mengingatkan pentingnya deteksi dini. “Jangan menunda pemeriksaan pap smear atau mamogram. Hidup tidak terlalu sibuk untuk mengurus kesehatan,” tegasnya.
Menurut National Cancer Institute, skrining kanker serviks bertujuan menemukan perubahan sel pada serviks sebelum menjadi kanker, sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Rekomendasi di AS adalah:
(People/Z-2)
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Dokter spesialis dr. Darrell Fernando menegaskan vaksin HPV tetap efektif bagi wanita yang sudah melahirkan untuk mencegah kanker serviks. Simak alasannya.
Vaksin HPV terbukti mampu mencegah hingga 90% kanker. Ketahui manfaat, keamanan, dan siapa saja yang wajib mendapatkannya.
Hasil skrining BPJS Kesehatan menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks
Satgas Imunisasi IDAI menekankan pentingnya vaksinasi HPV bagi laki-laki dan perempuan untuk mencegah kanker dan memutus rantai penularan virus.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Pelajari berbagai metode deteksi dini kesehatan perempuan, mulai dari SADARI, mamografi hingga Pap Smear, untuk pencegahan risiko penyakit serius sejak dini.
Tingkatkan kesadaran pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, pemeriksaan rutin, dan pap smear untuk melindungi kesehatan rahim Anda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved