Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen berharga untuk mempererat tali silaturahmi. Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Mengutip unggahan resmi Instagram Kementerian Komunikasi dan Digital (@kemkomdigi) pada Rabu (18/3), semangat ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Sebagai panduan, berikut adalah lima ide permainan ramah anak yang dapat mencairkan suasana lebaran tanpa harus terpaku pada layar ponsel:
Permainan ini adalah pilihan utama yang tidak pernah gagal. Tebak-tebakan bersifat fleksibel karena dapat dimainkan oleh semua usia tanpa alat bantu.
Kategori yang dimainkan pun beragam, mulai dari nama benda, hewan, artis, hingga judul lagu.
Aturannya sederhana: satu orang memberikan petunjuk, dan anggota keluarga lain berlomba menebak. Siapa yang paling cepat, dialah pemenangnya.
Bagi generasi milenial dan Gen Z awal, permainan ini tentu memberikan ruang nostalgia. ABC 5 Dasar sangat efektif untuk melatih kecepatan berpikir dan spontanitas.
"Semua pemain setor jumlah jari secara bebas, lalu hitung urutan abjad sesuai total jari yang ada. Jika berhenti di huruf 'B', semua harus rebutan menyebutkan kata sesuai kategori (misal: Nama Hewan). Siapa yang paling lambat atau gagal menjawab, siap-siap kena hukuman lucu," tulis unggahan Kemkomdigi tersebut.
Permainan balok warna-warni 3x3 ini tidak hanya seru, tetapi juga mampu mengasah fokus anak-anak. Anda bisa menciptakan tantangan keluarga dengan mengadu kecepatan menyusun warna terbanyak.
Selain mengurangi durasi bermain gim di ponsel, rubik menjadi alternatif stimulasi otak yang kompetitif namun menyenangkan.
UNO menjadi pilihan populer untuk melatih keterampilan tangan dan penyusunan strategi. Gabungan antara taktik membuang kartu dan faktor keberuntungan sering kali menciptakan keriuhan di tengah keluarga.
Permainan ini juga bisa dimainkan saat menempuh perjalanan mudik, dengan catatan kondisi kendaraan dalam keadaan stabil agar kartu tidak berantakan.
Terakhir adalah Ludo, permainan papan klasik yang melibatkan empat bidak dan satu dadu. Untuk menjaga kenyamanan, penggunaan papan bermagnet sangat disarankan agar posisi bidak tidak mudah bergeser.
Menariknya, jika situasi tidak memungkinkan membawa papan fisik, keluarga tetap dapat memainkan versi digitalnya. Momen ini bisa digunakan orang tua untuk mengedukasi anak mengenai cara bermain gim daring secara bijak dan bertanggung jawab.
Dengan menghidupkan kembali permainan-permainan ini, momen Lebaran 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang berkumpul secara fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang hangat antaranggota keluarga. (Ant/Z-1)
Menelusuri makna Idul Fitri melalui puitika Jeihan Sukmantoro dan filsafat Islam. Mengubah ritual salaman menjadi kesadaran moral yang tercerahkan.
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
IDUL Fitri baru saja kita rayakan. Selama sebulan, kita berlatih menahan diri dan mempertajam empati.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved