Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak, Prof. Dr. Rose Mini Adi Prianto, M.Psi., menekankan pentingnya peran aktif orangtua sebagai teladan dalam membatasi penggunaan gawai (gadget) di lingkungan keluarga. Menurutnya, aturan pembatasan akses digital bagi anak tidak akan berjalan efektif tanpa contoh nyata dari orang tua.
Prof. Rose Mini menjelaskan bahwa anak-anak adalah pembelajar visual yang meniru perilaku harian orang tua mereka.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
"Orangtua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orangtuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," ujarnya, dikutip Rabu (1/4).
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan oleh orangtua saat berada di rumah dapat menciptakan jarak komunikasi. Anak-anak akan merasa tidak memiliki akses untuk berinteraksi, yang kemudian mendorong mereka untuk kembali pelarian ke dunia digital.
Penerapan regulasi atau pembatasan akses ke platform digital, seperti media sosial dan gim, memerlukan kontrol diri dari sisi orangtua.
Prof Rose menyebutkan bahwa pembatasan tanpa adanya pilihan aktivitas lain justru akan memicu kebingungan atau perlawanan dari anak.
Untuk itu, ia menyarankan orang tua agar lebih kreatif dalam menghadirkan alternatif kegiatan yang menarik di rumah, seperti:
Meski regulasi pemerintah atau aturan platform dapat membantu, peran bimbingan langsung dari keluarga tetap menjadi faktor utama. Konsistensi orang tua dalam menerapkan aturan sangat diperlukan untuk mencegah dampak buruk gawai terhadap kesehatan fisik dan mental anak.
"Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orangtua. Mereka harus kreatif dan konsisten," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved