Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERGANTUNGAN anak pada gawai kini menjadi tantangan serius bagi para orangtua. Salah satu indikasi kuatnya adalah reaksi emosional berlebihan atau tantrum hingga tangis histeris saat penggunaan gawai mulai dibatasi.
Pakar Perkembangan Anak, Remaja, dan Pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, menekankan pentingnya mengalihkan perhatian anak melalui aktivitas yang variatif.
“Ajak anak memiliki beragam aktivitas, mulai dari fisik, seni, sosial, hingga spiritual,” ujar Novi saat dihubungi di Jakarta, Minggu (29/3).
Menurut Novi, aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Ia juga mengingatkan orangtua agar tidak menyerah pada tekanan emosional anak. Orangtua harus teguh dan berhenti menjadikan gawai sebagai alat pendiam saat anak sedang tantrum.
Langkah preventif ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), yang baru saja resmi berlaku pada 28 Maret 2026.
Terkait batasan usia, Novi memberikan panduan tegas bagi orangtua.
“Tidak mengenalkan gadget sampai umur 13 tahun. Kalau sudah terlanjur kenal, atur penggunaannya,” tegasnya.
Namun, aturan dan aktivitas tambahan saja tidak cukup. Novi mengingatkan bahwa kunci keberhasilan perubahan perilaku anak ada pada keteladanan orangtua.
Mengingat anak adalah peniru yang ulung, orang tua harus mampu menjadi role model yang baik dalam menggunakan teknologi.
“Orangtua harus menjadi role model, misalnya tidak memegang ponsel saat berinteraksi, serta mengajak anak melakukan berbagai aktivitas bersama,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
TANTRUM merupakan hal yang umum terjadi pada anak, terutama di usia balita dan prasekolah.
Salah satu penyebab anak tantrum tidak mau berhenti saat mandi adalah instruksi orangtua yang tidak spesifik yang terkadang terkesan sepihak sehingga memicu perdebatan.
Kecanduan gadget merupakan salah satu masalah serius yang banyak dihadapi oleh anak-anak di era digital ini.
Tantrum pada anak merupakan masalah perilaku yang umum dengan mengekspresikan kemarahan.
alah satu alasan anak mengalami tantrum yakni kesulitan mengekspresikan keinginannya
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved