Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang mengira setelah sembuh dari cacar air, virus penyebabnya benar-benar hilang dari tubuh. Namun, fakta medis menunjukkan hal yang berbeda. Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus cacar air yaitu Varicella-zoster virus tidak sepenuhnya keluar dari tubuh setelah infeksi pertama sembuh.
Setelah ruam mengering dan kondisi membaik, virus tidak mati, melainkan tetap berada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif atau “tidur” (dorman). Virus ini biasanya bersembunyi di jaringan saraf dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup.
Meski tidak aktif, virus ini bisa kembali aktif di kemudian hari. Ketika sistem kekebalan tubuh seseorang melemah, virus dapat “bangun” dan menyebabkan penyakit lain yang dikenal sebagai Herpes zoster atau cacar ular.
Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dewasa atau lansia, tetapi juga bisa muncul pada siapa saja yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Gejalanya berbeda dengan cacar air, biasanya berupa ruam yang terasa nyeri di satu sisi tubuh.
Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Virus menyebar melalui kontak langsung dengan lepuhan kulit atau melalui udara dari partikel virus. Bahkan, seseorang sudah bisa menularkan penyakit ini sejak 1–2 hari sebelum ruam muncul hingga seluruh lepuhan mengering.
Menariknya, seseorang yang belum pernah terkena cacar air atau belum divaksin juga bisa tertular virus dari penderita herpes zoster. Namun, infeksi yang terjadi bukan berupa cacar ular, melainkan cacar air.
Tidak semua orang memiliki tingkat risiko yang sama saat terpapar cacar air. Beberapa kelompok diketahui lebih rentan tertular, bahkan berpotensi mengalami gejala yang lebih berat hingga komplikasi serius. Berikut kelompok yang perlu lebih waspada:
Cara paling efektif untuk mencegah cacar air adalah melalui vaksinasi. CDC merekomendasikan pemberian dua dosis vaksin bagi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa yang belum pernah terkena penyakit ini.
Virus penyebab cacar air memang tidak hilang sepenuhnya dari tubuh. Ia tetap ada dalam kondisi tidak aktif dan bisa muncul kembali di kemudian hari. Meski begitu, risiko penyakit dapat ditekan melalui vaksinasi dan menjaga daya tahan tubuh. (CDC/Z-2)
Dokter spesialis Vito A. Damay memperingatkan virus cacar air tetap tinggal di saraf dan bisa memicu cacar api saat imunitas turun.
Kenali cacar api (herpes zoster), penyebab, gejala nyeri hebat, serta cara pengobatan dan pencegahannya agar tidak menimbulkan komplikasi serius.
Studi Stanford yang menganalisis data kesehatan di Wales menemukan lansia penerima vaksin shingles memiliki risiko demensia 20% lebih rendah.
Penyakit menular punya peran besar dalam perjalanan manusia. Dalam dunia medis, pakar kesehatan mengukur tingkat penularannya dengan angka reproduksi dasar
Virus varicella-zoster dapat aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh melemah. Ketika aktif, virus ini tidak lagi menyebabkan cacar air, melainkan muncul sebagai herpes zosterĀ
Kenali gejala cacar api (herpes zoster) yang menyakitkan, penyebab virus aktif kembali, serta cara pengobatan efektif untuk mencegah komplikasi saraf.
Survei global GSK mengungkap risiko cacar api pada lansia dengan penyakit kronis. Di Indonesia, biaya rawat inap mencapai Rp10 juta per kasus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved