Gejalanya Mirip, ini Cara Bedakan Campak dan Flu

N Apuan Iskandar
27/4/2026 21:40
Gejalanya Mirip, ini Cara Bedakan Campak dan Flu
Ilustrasi(freepik)

GEJALA awal penyakit infeksi kerap terlihat serupa, terutama antara campak dan flu. Keduanya sama-sama diawali dengan demam, batuk, dan pilek, sehingga sering kali sulit dibedakan. Padahal, diagnosis yang tepat sangat penting karena tingkat keparahan dan penanganannya berbeda.

Campak atau Measles merupakan infeksi yang disebabkan oleh Measles virus dan termasuk salah satu penyakit paling menular. Penularannya terjadi melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.

Menurut World Health Organization, virus campak dapat bertahan di udara dan permukaan dalam waktu tertentu, sehingga mudah menyebar, terutama di lingkungan dengan cakupan vaksinasi rendah.

Gejala campak biasanya muncul dalam 10 hingga 14 hari setelah paparan. Pada tahap awal, penderita mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Ciri khas yang membedakan campak adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang disebut Koplik spots. Setelah itu, ruam merah akan muncul dan menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Sementara itu, flu atau Influenza disebabkan oleh virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Gejala flu meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan kelelahan. Berbeda dengan campak, flu umumnya tidak disertai ruam kulit dan jarang menimbulkan gejala pada mata.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, flu biasanya berkembang cepat dan dapat membaik dalam beberapa hari hingga satu minggu. Sebaliknya, campak cenderung berlangsung lebih lama dan berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

Perbedaan lainnya terletak pada tingkat bahaya. Campak lebih berisiko, terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Upaya pencegahan menjadi kunci utama. Vaksinasi campak merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi. Sementara itu, flu dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, memperkuat daya tahan tubuh, serta melakukan vaksin influenza secara berkala.

Masyarakat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang tidak biasa, terutama jika muncul ruam atau demam tinggi yang berlangsung lama. Dengan memahami perbedaan gejala, risiko kesalahan penanganan dapat diminimalkan.

Sumber: World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), National Health Service (NHS).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya