Waspada Konsumsi Gula Aren Berlebihan, Tingkatkan Risiko Diabetes

Asha Bening Rembulan
19/4/2026 11:29
Waspada Konsumsi Gula Aren Berlebihan, Tingkatkan Risiko Diabetes
Ilustrasi(freepik)

GULA aren adalah jenis pemanis alami yang dihasilkan sadapan nira pohon aren. Proses pembuatannya melibatkan perebusan nira hingga mengental kemudian dicetak. Gula aren biasanya memiliki warna cokelat tua cenderung kehitaman atau cokelat pekat.

Gula aren mengandung sukrosa sebagai komponen utama. Selain itu, gula aren juga mengandung nutrisi, seperti kalium, magnesium, zat besi, dan vitamin B kompleks. Kandungan mikronutrien ini membuat gula aren sering dilihat sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan gula putih.

Meskipun demikian, gula aren tetaplah karbohidrat sederhana yang harus diwaspadai konsumsinya, terutama bagi penderita diabetes. Gula aren tetap berisiko memicu diabetes dan lonjakan gula darah jika dikonsumsi secara berlebihan.

Apakah Gula Aren Aman untuk Dikonsumsi?

Masyarakat luas kerap menganggap gula aren lebih aman untuk diabetes. Berdasarkan data, nilai indek glikemik (IG) gula aren adalah sekitar 54 yang memang lebih rendah daripada gula pasir. 

Nilai IG yang lebih rendah membuat kenaikan gula darah tidak akan secepat dan setajam gula pasir, tetapi konsumsi gula aren masih perlu dibatasi agar tidak menimbulkan diabetes atau komplikasi lainnya bagi pasien diabetes. masih perlu membatasi konsumsi gula aren. 

Anjuran konsumsi gula harian yang aman untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 30 gram atau sekitar 5-7 sendok teh per hari, termasuk kandungan gula lainnya dalam makanan atau minuman. Untuk penderita diabetes, konsumsi gula aren tidak boleh lebih dari satu sendok teh per sajian dan tidak boleh lebih dari dua kali sehari.

Risiko Kesehatan jika Mengonsumsi Gula Aren Berlebihan

1. Lonjakan gula darah

Konsumsi gula aren secara berlebihan akan menyebabkan peningkatan gula darah. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, tubuh dapat mengalami penurunan sensitivitas insulin yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Bagi pasien diabetes, konsumsi gula aren berlebihan dapat memperburuk kondisi dan bahkan memicu komplikasi.

2. Peningkatan berat badan

Apabila mencampurkan gula aren dalam makanan atau minuman seperti kopi susu gula aren maka akan menghasilkan kalori yang cukup tinggi. Apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik secara rutin, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak tubuh dan berisiko obesitas dalam jangka panjang.

3. Gangguan jantung

Konsumsi berlebihan gula aren dapat memicu resistensi insulin yang meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung koroner. Selain itu, kadar gula darah yang tinggi akibat konsumsi gula aren secara berlebihan dapat meningkatkan trigliserida dan kolesterol LDL sekaligus meningkatkan risiko hipertensi. (Halodoc/Alodokter/Healthline/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya