Waspada Katarak Usia Muda: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

 Gana Buana
27/4/2026 16:45
Waspada Katarak Usia Muda: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Katarak bukan lagi penyakit lansia.(Freepik)

ANGGAPAN bahwa katarak hanya menyerang kelompok lanjut usia (lansia) kini terbantahkan. Dokter spesialis mata, Florence Meilani Manurung, (Sp.M (K)), memperingatkan munculnya fenomena katarak juvenil yang mulai mengintai masyarakat di usia produktif.

Katarak juvenil merupakan kondisi kekeruhan lensa mata yang terjadi pada usia muda. Meski prevalensinya tidak setinggi katarak senilis (faktor penuaan), kondisi ini patut diwaspadai karena sering kali tidak disadari oleh mereka yang masih aktif beraktivitas.

Pemicu Katarak di Usia Produktif

Menurut Florence, katarak pada usia muda tidak terjadi begitu saja. Terdapat beberapa faktor risiko medis dan gaya hidup yang mempercepat kerusakan lensa mata, di antaranya:

  • Trauma Mata: Benturan keras, pukulan, atau cedera benda tajam pada area mata.
  • Penyakit Metabolik: Komplikasi dari diabetes melitus dan hipertensi.
  • Masalah Refraksi: Kondisi rabun jauh berat atau miopia tinggi.
  • Faktor Eksternal: Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, faktor genetik, serta paparan lingkungan.

"Gejala awal sering kali berupa penurunan kualitas penglihatan. Pandangan terasa berkabut, berasap, atau buram, bahkan saat pasien sudah menggunakan kacamata," ujar Florence dilansir dari Antara, Senin (27/4).

Data Kebutaan dan Solusi Pemerintah

Urgensi penanganan katarak di Indonesia sangat krusial. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, tercatat sekitar 600 ribu hingga 650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang tahun 2025. Pemerintah pun telah merespons melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/67/2026 untuk memperkuat tata laksana klinis penyakit ini.

Info Layanan Kesehatan:

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan skrining mata melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Selain itu, operasi katarak telah dijamin sepenuhnya oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sebagai langkah preventif, Florence menyarankan penggunaan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan UV dan risiko cedera, serta konsisten menerapkan pola hidup sehat guna mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah.

Pemerintah melalui Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025-2030 menargetkan minimal 60% penderita katarak mendapatkan akses operasi. Pada tahun 2025 sendiri, capaian operasi katarak nasional telah menyentuh angka 634.642 orang, atau sekitar 92% dari target yang ditetapkan. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya