Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap temuan terkait kasus percobaan pembunuhan dengan menyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Perwakilan TAUD Fadhil Alfathan menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan sebuah operasi besar yang terstruktur, sistematis, dan melibatkan belasan orang pelaku.
Fadhil mengungkapkan jumlah pelaku yang teridentifikasi oleh tim investigasi independen jauh lebih banyak dibandingkan data yang dirilis pihak kepolisian maupun Puspom TNI.
"Investigasi independen TAUD mengidentifikasi adanya belasan orang pelaku yang diduga kuat saling berkoordinasi sepanjang malam kejadian. Jumlah ini sangat jauh di bawah angka empat orang pelaku yang disampaikan kepolisian maupun Puspom TNI," ujar Fadhil dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3).
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kantor YLBHI, Fadhil mengatakan tim menemukan indikasi kuat keterlibatan warga sipil dalam aksi tersebut. Salah satu terduga pelaku yang membuntuti korban di lokasi kejadian (TKP) terpantau sempat berada di area YLBHI beberapa jam sebelum penyerangan.
"Terduga pelaku yang kami sebut sebagai OTK 3 terlihat di sekitar YLBHI sebelum kejadian dengan mengenakan jaket atribut ojek online berwarna hijau. Ini menunjukkan adanya dugaan keterlibatan latar belakang sipil dalam upaya percobaan pembunuhan ini," jelas Fadhil.
Fadhil mengatakan temuan belasan terduga pelaku yang saling berkoordinasi ini memperkuat dugaan bahwa penyerangan terhadap Andrie Yunus digerakkan oleh pihak yang memiliki otoritas besar. Ia menilai operasi ini sangat terlatih dan terorganisir.
"Kami mendesak kepolisian untuk tidak berhenti pada aktor lapangan saja. Penyelidikan harus terus berlanjut untuk mencari aktor intelektual yang bertanggung jawab serta pihak-pihak yang memberikan dukungan operasional bagi para pelaku," tegasnya.
Diketahui, TNI menyebut empat anggotanya terlibat dalam kasus penyerangan dengan air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus. Keempat prajurit itu telah ditahan di Pomdam Jaya sejak Rabu pagi (18/03) dan ditetapkan sebagai tersangka.
Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan keempat prajurit TNI itu merupakan anggota Denma Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Tiga dari empat tersangka berpangkat perwira.
"Jadi Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Waktu penyidikan kita akan bekerja semaksimal mungkin dengan harapan dapat kita lakukan secepatnya secara profesional," ujar Yusri.
Yusri menyatakan kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus akan ditangani oleh TNI dengan mekanisme peradilan militer. Ia mengatakan keputusan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa perbuatan pidana yang melibatkan anggota TNI diselesaikan melalui peradilan militer. Yusri memastikan kasus ini akan ditangani dengan profesional dan transparan.
"Selama ini kan untuk persidangan di militer ini kan selalu terbuka ya tidak pernah istilahnya persidangan tertutup," ujarnya. (Z-10)
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
TIM Advokasi untuk Demokrasi mengkritik permintaan Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang meminta korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, dihadirkan di sidang militer
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Para terdakwa telah menerima dakwaan yang dibacakan dan memilih untuk tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.
Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak sidak berkala dan pembentukan gugus tugas lintas instansi guna mengawasi penjualan bebas air keras.
KETUA Majelis Hakim Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto meminta Oditurat Militer II-07 Jakarta untuk mengupayakan kehadiran Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di persidangan.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) ajukan praperadilan ke PN Jaksel terkait mandeknya penyidikan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Seorang pria di Rawa Buaya, Cengkareng, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan di TKP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved