Aksi Penyiraman Air Keras makin Marak, Terbaru di Cengkareng

Andhika Prasetyo
27/4/2026 07:42
Aksi Penyiraman Air Keras makin Marak, Terbaru di Cengkareng
Aksi penyiraman air keras di Cengkareng.(Antara)

Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Ibu Kota. Seorang pria menjadi korban penyiraman yang diduga menggunakan air keras oleh dua orang tidak dikenal di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu sore sekitar pukul 17.31 WIB.

Insiden tragis ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral setelah diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar. Dalam rekaman tersebut, korban yang mengenakan kaos merah belang dan celana pendek hitam terlihat tengah mengendarai sepeda motor listrik berwarna biru.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rekaman video, korban tampak sudah diikuti oleh dua orang terduga pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic jenis Scoopy. Terduga pelaku yang membawa motor mengenakan kaos putih, sementara eksekutor penyiraman yang duduk di bangku penumpang mengenakan hoodie berwarna hitam.

Setelah berhasil mengejar, posisi motor pelaku dan motor listrik korban berada dalam posisi sejajar. Sebelum aksi penyiraman terjadi, sempat terjadi cekcok mulut antara korban dan kedua pelaku di tengah jalan.

Secara tiba-tiba, pria yang mengenakan hoodie hitam menyiramkan cairan dari dalam botol ke arah korban. Cairan tersebut diduga kuat merupakan air keras karena reaksi cepat yang dialami korban. Usai melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung memacu kendaraan dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kondisi Korban: Berdasarkan keterangan dalam video viral tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Penyelidikan Kepolisian

Pihak kepolisian dari Polsek Cengkareng bergerak cepat merespons kejadian yang meresahkan masyarakat ini. Hingga saat ini, petugas tengah mendalami kasus tersebut dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih berada di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait identitas pelaku.

"Lagi lidik. Masih di TKP, kita lagi mengumpulkan baket (bahan keterangan)," ujar AKP Parman Gultom, Minggu malam.

Kasus ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di jalanan yang menggunakan zat kimia berbahaya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Aksi penyiraman air keras sebagai salah satu tindak kejahatan kian marak, terutama dalam setahun terakhir. Berikut daftar yang telah dirangkum.

  • Kasus Novel Baswedan (2017): Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, disiram air keras sepulang salat Subuh di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serangan ini menyebabkan kerusakan permanen pada salah satu matanya dan menjadi salah satu kasus paling kontroversial dalam sejarah penegakan hukum Indonesia.
  • Mahasiswi di Yogyakarta (2024): Seorang mahasiswi disiram air keras oleh pelaku yang diduga disuruh mantan pacarnya setelah hubungan mereka berakhir. Kasus ini menyoroti kekerasan berbasis gender dan motif balas dendam dalam relasi personal.
  • Ibu dan anak di Sukabumi (2025): Seorang ibu rumah tangga dan anaknya yang masih kecil menjadi korban penyiraman air keras oleh pelaku tak dikenal. Kasus ini mengejutkan publik karena korbannya termasuk anak-anak.
  • Perempuan di Kulon Progo (2025): Seorang perempuan diserang saat berkendara pada malam hari oleh pelaku yang melemparkan cairan korosif dari sepeda motor. Pola serangan ini mengingatkan pada model penyerangan acak atau terencana di ruang publik.
  • Briptu Fadel Ramos dan warga di Tangerang Selatan (2025): Seorang anggota polisi dan seorang warga menjadi korban penyiraman air keras saat upaya pencegahan tawuran. Kasus ini menunjukkan bahwa aparat pun dapat menjadi sasaran kekerasan semacam ini.
  • Kasus Andrie Yunus (2026): Aktivis HAM dari KontraS, Andrie Yunus, diserang dengan air keras di Jakarta Pusat. Kasus ini memicu kecaman luas, termasuk dari komunitas internasional, karena diduga berkaitan dengan aktivitas advokasinya.

(Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya