Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Kriminolog Universitas Indonesia (UU), Josias Simon menilai dengan kamera CCTV di Jakarta pelaku kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus seharusnya bisa diidentifikasi dalam waktu singkat. Sebelumnya beredar wajah pelaku yang dibuat dengan kecerdasan buatan atau AI di media sosial.
“Jakarta merupakan kota dengan sistem pengawasan yang cukup baik, salah satunya melalui jaringan CCTV yang terpasang di berbagai titik utama. Secara ideal, dalam waktu relatif singkat pelaku seharusnya sudah dapat diidentifikasi,” ujar Josias kepada Media Indonesia, Selasa (17/3).
Namun, ia mengingatkan bahwa proses pengungkapan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga harus menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.
“Jika penyelidikan ingin mengungkap hingga aktor intelektual di balik penyiraman air keras, tentu dibutuhkan waktu tambahan. Meski demikian, proses tersebut tidak boleh berlarut-larut,” katanya.
Josias juga menyoroti munculnya spekulasi publik yang mengaitkan kasus ini dengan aktivitas korban, termasuk konten podcast yang dibuatnya.
“Proses ini tidak boleh terlalu lama, apalagi di tengah spekulasi publik yang mulai mengaitkan kasus ini dengan konten podcast yang dibuat korban,” ujarnya.
Dari pola kejadian, menurut Josias, pelaku diduga telah merencanakan aksi tersebut secara matang.
“Pelaku tampak telah mempersiapkan aksinya secara matang, mulai dari pemilihan lokasi, metode penyerangan, hingga bahan air keras yang digunakan. Pelaku juga diduga telah mengamati rutinitas korban dan menunggu momen yang tepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini, proses identifikasi pelaku seharusnya dapat dilakukan secara lebih cepat melalui pendekatan ilmiah.
“Dengan teknologi saat ini, identifikasi pelaku secara saintifik seharusnya bisa lebih cepat. Namun, dalam praktik di lapangan, proses tersebut kerap menghadapi berbagai kendala,” kata Josias.
Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya pembelajaran dari penanganan kasus serupa sebelumnya agar pengungkapan kasus dapat lebih efektif.
“Penting bagi aparat untuk menganalisis kasus ini dengan berkaca pada pola dan penanganan kasus-kasus sebelumnya agar proses pengungkapan bisa lebih efektif,” pungkasnya. (H-4)
Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak sidak berkala dan pembentukan gugus tugas lintas instansi guna mengawasi penjualan bebas air keras.
Seorang pria di Rawa Buaya, Cengkareng, menjadi korban penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan di TKP.
Prinsip equality before the law harus ditegakkan dengan membawa kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ke peradilan umum, bukan peradilan militer.
TAUD mengungkap temuan terkait kasus percobaan pembunuhan dengan menyiram air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta merespons perkembangan kasus kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diduga melibatkan oknum anggota Bais TNI.
Puspom TNI memastikan akan bekerja profesional dan transparan terkait kasus dugaan penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus yang melibatkan anggota TNI
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
TIM Advokasi untuk Demokrasi mengkritik permintaan Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang meminta korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, dihadirkan di sidang militer
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Para terdakwa telah menerima dakwaan yang dibacakan dan memilih untuk tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.
Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved