Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDAN Pusat Polisi Militer atau Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto memastikan akan bekerja profesional dan transparan terkait kasus dugaan penyiraman air keras Aktivis Kontras Andrie Yunus yang diduga dilakukan oleh anggota TNI.
Sebelumnya empat anggota TNI ditahan atas dugaan terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat prajurit TNI itu berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS).
"Akan transparan. Nanti pada tahap-tahap tersebut kita akan tetap akan mengundang dari media," ujar Yusri di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3).
Keempat terduga pelaku saat ini ditahan di Rutan Pomdam Jaya/Jayakarta dengan penjagaan maksimum.
Yusri enggan menanggapi soal motif empat prajurit TNI tersebut menyiram air keras pada aktivis Andrie Yunus. Ia mengatakan TNI masih mengumpulkan saksi dan bukti-bukti.
"Kami mohon bersabar karena perlu pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti," sambung dia.
Puspom TNI, ujar dia, akan mengajukan visum terhadap barang bukti yang diamankan oleh Polda Metro Jaya. Ia berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus pada publik hingga persidangan.
"Anggak ada yang ditutup-tutupi," tukasnya.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah merilis wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, hari ini. Polisi juga menyerahkan barang bukti berupa helm yang dilepas oleh terduga pelaku akibat terciprat air keras untuk keperluan forensik. (Ant/H-4)
TAUD memprotes pelimpahan penanganan kasus penyerangan air keras terhadap aktivis Andrie Yunus dari Polda Metro Jaya ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
Untuk menjamin objektivitas, Usman mendesak Presiden melibatkan masyarakat sipil dan tokoh berintegritas dalam TPF.
Amnesty International Indonesia mendesak Presiden dan DPR segera membentuk tim pencari fakta (TPF) guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Jabatan Kabais TNI diserahkan usai kasus penyiraman air keras yang melibatkan anggota Bais. Empat prajurit jadi terduga, proses investigasi masih berlangsung.
PSHK meminta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS diproses di peradilan umum, bukan militer.
Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa harus berkompromi dengan sensitivitas institusional maupun latar belakang korban.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
TIM Advokasi untuk Demokrasi mengkritik permintaan Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang meminta korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, dihadirkan di sidang militer
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Para terdakwa telah menerima dakwaan yang dibacakan dan memilih untuk tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.
Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
FAKTA baru terungkap dalam sidang perdana kasus penyiraman cairan kimia terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved