Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menentang keras kebijakan pemotongan anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan terhadap dana otonomi khusus (Otsus) untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aceh, dan Papua.
Pigai menilai langkah tersebut tidak hanya keliru secara kebijakan, tetapi juga berpotensi merusak pondasi keadilan dan kepercayaan politik yang telah lama dibangun antara pemerintah pusat dan daerah-daerah istimewa tersebut.
“Dana Otsus memiliki dasar historis, politis, dan rekonsiliatif yang berbeda dari alokasi anggaran reguler kementerian atau lembaga,” tegas Pigai dalam keterangan resminya, Kamis (9/10).
Pigai menegaskan dana Otsus memiliki karakteristik yang berbeda dari alokasi anggaran reguler kementerian atau lembaga. Menurutnya, dana ini tidak bisa diperlakukan semata sebagai urusan teknis fiskal.
“Dana ini bukan sekadar pos fiskal, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap kekhususan daerah, hasil perundingan politik, dan komitmen rekonsiliasi nasional yang dibangun di atas semangat keadilan dan kepercayaan,” ujarnya.
Selain itu, Pigai menekankan pemotongan terhadap dana Otsus tidak bisa disamakan dengan efisiensi anggaran kementerian. Menurutnya, dana Otsus adalah instrumen politik dan sosial yang menjadi bagian integral dari hak asasi daerah istimewa serta alat rekonsiliasi nasional setelah periode konflik dan ketimpangan pembangunan.
“Kementerian HAM memandang bahwa dana otonomi khusus adalah bagian dari hak asasi daerah istimewa, sekaligus perekat persatuan dan kepercayaan masyarakat DIY, Aceh, dan Papua terhadap pemerintah pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pigai menyebut dana Otsus merupakan bentuk kebijakan afirmatif negara untuk memastikan bahwa pembangunan tidak berjalan seragam, melainkan menghormati kekhasan dan kebutuhan lokal.
Menurut Pigai, pemotongan dana tersebut dapat mengancam keberlanjutan perdamaian dan rasa keadilan di daerah-daerah yang memiliki sejarah panjang konflik dan marginalisasi.
“Pemotongan terhadap dana Otsus tidak hanya berdampak pada aspek fiskal, tetapi juga berpotensi mengikis kepercayaan publik dan mengganggu kesinambungan proses perdamaian di daerah-daerah tersebut,” tegasnya.
Pigai juga mendesak Menteri Keuangan agar meninjau ulang kebijakan pemotongan anggaran itu. Ia menekankan bahwa dana Otsus tidak boleh diperlakukan sebagai anggaran biasa karena memiliki fungsi konstitusional dan moral dalam menjaga kohesi sosial serta stabilitas politik nasional.
“Dana Otsus adalah simbol keadilan dan penghormatan negara terhadap kesepakatan politik yang menjadi dasar persatuan bangsa. Karena itu kebijakannya tidak boleh sama,” pungkasnya. (Dev/P-3)
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Papua.
Menteri Maruarar didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua dan mengajak pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.
Pelaksanaan TKA SD di Kepulauan Yapen, Papua, berjalan lancar. Kisah murid yang menyeberang laut demi ujian jadi bukti semangat pendidikan hingga pelosok.
Gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa.
Kemenhut juga akan memediasi kedua perusahaan untuk membahas penataan batas persekutuan atau kemungkinan solusi lain termasuk lahan pengganti.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga
Menteri HAM Natalius Pigai siapkan regulasi kuat lindungi aktivis HAM dari kriminalisasi melalui revisi UU HAM untuk kepastian hukum advokasi.
Menteri HAM Natalius Pigai sebut sedang siapkan tim asesor lintas sektor untuk verifikasi status aktivis guna cegah penyalahgunaan perlindungan hukum.
Menteri HAM Natalius Pigai tegaskan kebijakan era Presiden Prabowo tidak memperburuk HAM, justru perkuat posisi Indonesia di Dewan HAM PBB.
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menegaskan bahwa laporan terhadap akademisi Feri Amsari tidak perlu dibawa ke ranah hukum.
Meskipun di luar negeri, JK memberi perhatian terhadap polemik yang timbul sebagai buntut dari pemotongan video ceramahnya di UGM 5/3 lalu.
Pigai menekankan bahwa konflik antara TNI dan kelompok bersenjata seperti TPNPB tidak boleh mengorbankan masyarakat sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved