Kehadiran Kereta Api Perkuat Konektivitas Papua dan Buka Peluang Ekonomi

Indrastuti
18/4/2026 09:21
Kehadiran Kereta Api Perkuat Konektivitas Papua dan Buka Peluang Ekonomi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DALAM masa kampanye, Gubernur Papua Matius D Fakhiri (MDF) pernah menyampaikan sebuah visi tentang masa depan Papua yang lebih maju. Mimpi besar itu yakni menghadirkan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api agar konektivitas wilayah Papua semakin kuat dan pembangunan ekonomi semakin terbuka.

"Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan. Namun dalam perjalanan waktu, mimpi itu kemudian perlahan menemukan jalannya," kata Juru Bicara Gubernur Papua
M Rifai Darus, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukan gagasan lahir tanpa dasar, melainkan bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang mau membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan lebih baik bagi rakyat Papua. "Dalam konteks itu, langkah yang diambil Gubernur Papua ini juga dapat dipahami sebagai kelanjutan mimpi besar para pendahulunya," ucapnya.

Ia mencontohkan pada masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua.
Demikian pula, mendiang Lukas Enembe yang meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua yang layak sebagai tulang punggung konektivitas darat di Papua.

"Karena itu, apa yang dilakukan Gubernur MDF ini, melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua," terangnya.

Seperti diketahui, pada awal 2026, saat pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin, Presiden menyampaikan pandangan terkait jalur kereta api baru di luar Pulau Jawa.

Saat itu, Dirut KAI Bobby Rasyidin menyebutkan Provinsi Papua dengan Jayapura sebagai titik awal jalur kereta api baru di luar Pulau Jawa. Langkah awal itu kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan antara Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah dengan Dirut KAI beserta jajaran timnya di Jakarta, pada 14 April 2026.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi berlaku dengan gagasan jalur awal Sentani-Kota Jayapura.

Rifai mengemukakan jika rencana ini berjalan dengan baik, yang lahir bukan hanya sarana transportasi baru, tetapi juga konektivitas wilayah yang akan membuka peluang ekonomi, mempercepat mobilitas orang, dan barang, serta menandai awal peradaban baru di Tanah Papua.

Rifai menambahkan atas nama masyarakat Papua, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar bagi pembangunan Papua. Ia juga mengapresiasi Dirut PT Kereta Api Indonesia beserta jajaran yang merespons gagasan tersebut dengan cepat dan penuh semangat.

"Dan tentunya ucapan terima kasih mendalam juga kepada Gubernur Papua dan masyarakat Papua yang terus menjaga semangat bersama menghadirkan masa depan lebih baik bagi Tanah Papua," pungkas Rifai. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya