Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai meminta TNI segera memberikan klarifikasi atas insiden penembakan di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya lima warga sipil, termasuk balita.
“Saya meminta agar TNI segera memberikan klarifikasi. Atas jatuhnya korban termasuk ada anak-anak dan balita, saya menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam. Tidak boleh ada korban masyarakat sipil dalam konflik antara TNI dan TPN OPM,” tegas Pigai kepada wartawan, Kamis (16/4).
Pigai menekankan bahwa konflik antara TNI dan kelompok bersenjata seperti TPNPB tidak boleh mengorbankan masyarakat sipil. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan perlindungan warga di tengah eskalasi konflik di Papua.
Selain itu, Pigai mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera melakukan investigasi guna mengungkap fakta secara objektif di lapangan.
“Komnas HAM harus segera turun untuk melakukan investigasi,” ujarnya.
Menurut Pigai, langkah investigasi tersebut penting untuk memberikan kejelasan kepada publik, terutama di tengah keterbatasan informasi resmi yang beredar terkait insiden tersebut.
Ia juga menyoroti adanya operasi militer di wilayah sipil yang dinilai berpotensi menimbulkan korban tambahan. Karena itu, Pigai meminta penghentian sementara operasi militer di area yang berdampak pada masyarakat.
“Kami meminta penghentian sementara seluruh operasi militer di wilayah yang berpotensi berdampak pada masyarakat sipil, khususnya di area pengungsian. Perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Insiden di Distrik Kemburu ini kembali menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga sipil di Papua. Peristiwa tersebut juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, terutama jika wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai zona aman. (Dev/P-3)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved