TNI Bongkar Ladang Ganja Siap Panen di Papua

Rahmatul Fajri
14/4/2026 20:35
TNI Bongkar Ladang Ganja Siap Panen di Papua
TNI bongkar sejumlah ladang ganja di Papua(Ist)

PRAJURIT TNI membongkar dua ladang ganja siap panen di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (14/4/2026). Operasi ini merupakan langkah konkret TNI dalam merespons instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan perang total terhadap narkotika di seluruh wilayah Indonesia.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa temuan ini bermula dari laporan masyarakat Desa Ngutok yang curiga terhadap aktivitas ilegal di dalam hutan.

"Di lokasi pertama, ditemukan 55 batang ganja setinggi 1,5 meter siap panen. Pasukan terus bergerak lebih dalam menembus rimba Papua dan menemukan ladang kedua di Desa Esipding dengan 80 batang ganja setinggi 2 meter," ujar Lucky, Selasa (14/4/2026).

Selain menyita ratusan batang ganja, personel TNI juga mengamankan seorang terduga pelaku berinisial LU. Pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke pihak kepolisian setempat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Lucky mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa masih banyak ladang ganja serupa yang tersebar di pedalaman Papua. Ironisnya, aktivitas budidaya tanaman haram ini diduga mendapat dukungan dari kelompok separatis TPNPB-OPM.

Pihak TNI menengarai pimpinan kelompok tersebut secara terang-terangan memberikan lampu hijau kepada anggotanya untuk menanam ganja, sebuah tindakan yang dinilai sangat merusak masa depan generasi muda Papua.

Lucky menegaskan bahwa persoalan ganja di Papua bukan sekadar masalah hukum biasa, melainkan ancaman terhadap ketahanan nasional dan masa depan bangsa.

“Narkoba adalah paradoks dari pembangunan masyarakat Papua. Ini harus diperangi sampai tuntas. Dari Papua, pesan 'perang badar' melawan narkoba bergema ke seluruh penjuru negeri,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran aparat penegak hukum dan keamanan untuk bertindak cepat terhadap indikasi peredaran narkoba. Presiden menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata bagi kedaulatan negara yang tidak boleh ditoleransi.

“Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak dan kehilangan masa depan,” ujar Presiden. (Faj)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya