Pemerintah Berkomitmen Perluas Akses Hunian Layak di Papua

Despian Nurhidayat
27/4/2026 16:11
Pemerintah Berkomitmen Perluas Akses Hunian Layak di Papua
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH berkomitmen terus memperluas akses hunian layak sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Papua.

Ini ditegaskan melalui kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta tokoh muda Papua Billy Mambrasar, lewat pelatihan kewirausahaan properti bagi pemuda asli Papua di Universitas Nani Bili Nusantara, Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirai, serta Kepala BPS Pusat Amalia Adininggar Widyasanti ini diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Mereka memiliki semangat sama yakni ingin menjadi pengusaha properti, meningkatkan taraf ekonomi keluarga, serta membangun masa depan lebih baik bagi masyarakat Papua.

Tokoh muda Papua Billy Mambrasar mengutarakan program ini merupakan bagian dari implementasi komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun dan memperbaiki sedikitnya 21 ribu rumah di seluruh Tanah Papua. Presiden juga memberikan arahan untuk melibatkan para pelaku usaha lokal agar terjadi peningkatan kesejahteraan.

Komitmen tersebut ditindaklanjuti Menteri PKP Maruarar Sirait melalui kunjungan kerja selama tiga hari sejak 25 April 2026 di wilayah Papua. Dalam kunjungan tersebut, Maruarar yang didampingi Billy Mambrasar dan Kepala BPS Amalia Adininggar bertemu masyarakat Papua termasuk melatih pengusaha properti muda Papua agar terlibat dalam program nasional itu.

Menurut Billy, program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan awal, tapi juga dirancang dengan pendekatan berkelanjutan melalui mentoring intensif. "Tujuannya menciptakan pengusaha properti muda Papua kreatif, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor perumahan di daerah," kata anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua itu.

Ia juga menegaskan program ini jadi simbol sinergi antara pemerintah pusat, lembaga pembiayaan perumahan, dan tokoh lokal dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua.
“Terimakasih Presiden Prabowo atas kesempatan yang diberikan, dan kami akan berusaha mewujudkan cita-cita dan visi Presiden,” ujar putra asli Papua yang pernah menjabat Staf Khusus Presiden RI tersebut.

Salah satu peserta pelatihan, Karim Aronggear, berharap dari pelatihan dan pendampingan, semakin banyak generasi muda Papua yang membangun proyek properti sehingga menciptakan lapangan kerja baru di wilayahnya.
“Saya sudah membangun beberapa rumah subsidi. Saya bangga menjadi anak Papua yang membangun usaha di atas kaki sendiri dengan kemandirian dan kepercayaan diri," kata Karim.

Mewakili masyarakat Papua, Karim juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo dalam menghadirkan program rumah layak huni sekaligus membuka peluang bagi pemuda Papua untuk terlibat langsung sebagai pelaku utama pembangunan di daerahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya