Sinergi Dibutuhkan Atasi Keterbatasan Akses Hunian Layak di NTT

Media Indonesia
21/4/2026 21:36
Sinergi Dibutuhkan Atasi Keterbatasan Akses Hunian Layak di NTT
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WAKIL Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C Francis bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk membahas percepatan penanganan kawasan kumuh dan mengusulkan dukungan Program Rumah Layak Huni Presiden bagi masyarakat NTT, khususnya Kota Kupang.

Pertemuan ini sekaligus untuk merespons tingginya angka kemiskinan, persoalan kekumuhan, dan keterbatasan akses hunian layak di NTT, melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN.

Rapat yang digelar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (21/4/2026) ini dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, jajaran eselon I dan eselon II Kementerian PKP, serta pimpinan PT Taspen (Persero).

Johni Asadoma mengatakan langkah ini dinilai penting karena NTT masih menghadapi tantangan serius. Tingkat kemiskinan NTT tercatat 18,60% atau sekitar 1,09 juta penduduk miskin, salah satu yang tertinggi di Indonesia. Persoalan kawasan kumuh, keterbatasan akses rumah layak huni, dan backlog perumahan menjadi isu yang membutuhkan intervensi lintas sektor.

Dalam pertemuan tersebut, Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“NTT membutuhkan intervensi konkret. Program rumah layak huni Presiden harus hadir untuk masyarakat yang paling membutuhkan,” tegas Johni Asadoma.

Serena Francis menambahkan Kota Kupang membutuhkan dukungan pusat untuk mempercepat penataan kawasan kumuh sekaligus memperluas akses hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Forum ini, kata dia, juga membahas pentingnya dukungan pembiayaan, integrasi program pusat-daerah, dan sinergi dengan BUMN agar penanganan kekumuhan tidak berhenti di level perencanaan, tetapi dapat masuk ke tahap implementasi.

Serena Francis berharap kehadiran PT Taspen dalam forum ini memperkuat dimensi kolaborasi, terutama dalam menjajaki dukungan ekosistem pembiayaan dan model intervensi yang dapat mendukung program perumahan bagi kelompok masyarakat sasaran.

"Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama bahwa persoalan kemiskinan, kekumuhan, dan akses rumah layak huni di NTT harus diselesaikan dengan langkah yang terukur, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya