‎Belum Terima MBG, Siswi SD di Manggarai Timur Kirim Surat ke Prabowo

Marianus Marselus
29/4/2026 08:43
‎Belum Terima MBG, Siswi SD di Manggarai Timur Kirim Surat ke Prabowo
Warga menyuapi makanan bergizi gratis kepada anaknya di kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (7/4/2026).(Antara/Sulthony Hasanuddin)

‎​SEORANG siswi kelas 5 Sekolah Dasar Inpres (SDI) Compang Ngeles, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkirim surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam suratnya, siswi bernama Myscha tersebut mempertanyakan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menyentuh sekolahnya. 

‎​SDI Compang Ngeles berada di Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, yang masuk dalam kategori wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Akses geografis yang sulit diduga menjadi hambatan utama distribusi program nasional tersebut.

‎​Khawatir Kasus Keracunan Makanan

‎​Melalui surat yang ditulis pada Minggu (26/4/2026), Myscha mengungkapkan bahwa ia sering melihat melalui televisi dan YouTube mengenai daerah lain yang sudah menjalankan program MBG. Namun, alih-alih merasa iri, ia justru mengaku cemas setelah melihat berita mengenai kasus keracunan makanan yang dialami beberapa siswa di daerah lain.

‎​"Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan," tulis Myscha dalam suratnya.

‎​Ia khawatir kualitas dan keamanan pangan dalam program tersebut tidak terjaga jika dikelola oleh pihak luar yang tidak memahami kondisi lokal.

‎​Sebagai solusi, Myscha memberikan usul agar anggaran makan siang tersebut diberikan langsung kepada pihak sekolah atau orangtua siswa. Menurutnya, masakan orangtua jauh lebih aman dan sesuai dengan selera anak-anak di daerahnya.

‎​"Biar kami yang atur sendiri. Soalnya, kami yang paling tahu kami mau makan apa. Kami juga tahu rasa masakan Mama paling enak dan aman," lanjutnya.

‎​Selain itu, Myscha menyoroti kerentanan anggaran tersebut dipotong oleh oknum tidak bertanggung jawab jika melalui jalur birokrasi yang panjang.

‎​Minta Perbaikan Gedung Sekolah dan Kesejahteraan Guru 

‎​Tak hanya soal makan gratis, siswi di pelosok NTT ini juga menyelipkan curahan hati mengenai kondisi sekolahnya. Ia menggambarkan ruang kelas yang rusak, atap seng bekas yang bocor saat hujan, hingga kurangnya buku di perpustakaan.

‎​Myscha berharap pemerintah lebih memprioritaskan pemenuhan sarana prasarana sekolah seperti tas, buku, dan seragam, serta memberikan gaji yang layak bagi para gurunya.

‎​"Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar, Pak. Enggak perlu takut keracunan juga," tegasnya.

‎​Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur maupun Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait belum masuknya program MBG ke wilayah Kecamatan Elar tersebut. Rencananya, surat ini akan dikirimkan ke Istana Negara dan disebarkan melalui media sosial untuk menarik perhatian pemerintah pusat.

Isi lengkap surat Myscha

‎Berikut bunyi surat tulisan Myscha.

‎Kepada Yth.
‎Bapak Presiden Prabowo Subianto
‎Di Jakarta

‎Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,  
‎Salam sejahtera untuk Bapak Presiden.

‎Nama saya Myscha. Saya murid kelas 5 di SDI Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Sekolah saya jauh di pelosok, Pak. Termasuk daerah 3T.

‎Bapak Presiden, saya mau cerita. Di TV dan YouTube saya sering lihat berita tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Bapak. Katanya program Bapak bagus sekali.

‎Tapi Pak, sampai hari ini MBG belum sampai di sekolah kami. Teman-teman di daerah lain sudah lama makan, tapi kami di sini belum.

‎Bapak, saya juga sering lihat berita anak-anak keracunan habis makan MBG. Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Takut keracunan kayak di TV. 

‎Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan, Pak. Saya takut.

‎Bapak Presiden, boleh tidak kalau uangnya saja yang dikasih langsung ke sekolah atau ke Mama Bapak saya? Biar kami yang atur sendiri. Soalnya kami yang paling tau kami mau makan apa. Kami juga tau rasa masakan Mama paling enak dan aman.

‎Selain itu Pak, menurut saya lebih baik uangnya dipakai untuk:  

  1. Beli tas, buku, sepatu, seragam, sama perlengkapan sekolah lain buat kami yang belum punya.  
  2. ‎Kasih gaji yang cukup buat Ibu Bapak Guru kami. Guru saya baik-baik, Pak. Tapi kasian, mereka juga butuh hidup layak.  
  3. Benerin sekolah kami. Atap dari seng bekas, dinding rapuh, kursi meja banyak yang rusak, dinding dan atap kadang bocor. perpustakaan kekurangan buku, dan masih banyak lagi kekurangan lain, Pak. 

‎Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar, Pak. Enggak perlu takut keracunan juga.

‎Itu saja surat dari saya, Pak Presiden. Maaf kalau ada kata-kata saya yang salah. Saya cuma anak SD yang ingin sekolah dengan aman dan nyaman.

‎Tolong bantu sekolah kami di pelosok ya, Pak. Kami juga anak Indonesia. Kami juga mau pintar buat bantu Bapak bangun Indonesia.

‎Terima kasih Bapak Presiden.

‎Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

‎Hormat saya

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya