Dari Gudang Logistik Jepang, Gua Kristal di Kupang Jadi Destinasi Wisata Andalan

Palce Amalo
29/4/2026 15:55
Dari Gudang Logistik Jepang, Gua Kristal di Kupang Jadi Destinasi Wisata Andalan
Gua Kristal Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur(MI/PALCE AMALO)

DESTINASI wisata alam Gua Kristal Bolok di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur  (NTT) semakin berbenah dan siap menyambut wisatawan. 

Berjarak sekitar 16  kilometer dari Kota Kupang, gua dengan air biru jernih bak kaca ini kini tampil lebih aman dan nyaman berkat kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan jajaran Polairud Polda NTT. 

"Kami hanya ingin membantu agar potensi wisata ini berkembang,” kata Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko dalam kegiatan silaturahmi Jajaran Polda NTT Bersama Media Dalam Rangka Mendukung Destinasi Lokal Gua Kristal di Mako Polairud Polda NTT, Rabu (29/4).

Menurutnya, keberadaan Gua Kristal sangat penting sebagai destinasi wisata di Kupang yang mudah dijangkau. “Kalau ada tamu datang ke Kupang, kita sering bingung mau bawa ke mana. Sekarang ada Gua Kristal yang sudah mulai dibenahi. Ini harus kita dorong bersama,” tambahnya.

Kegiatan diawali kunjungan ke gua kristal melewati jalan setapak yang menghubungkan jalan raya menuju lokasi gua yang sebelumnya sulit diakses. 

Pembangunan jalan setapak dan tangga menuju mulut gua dilakukan Polairud Polda NTT selama 20 hari sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata Gua Kristal tersebut.

"Proses pembangunan jalan setapak pengerjaan cukup menantang karena jalur menuju gua dipenuhi karang tajam. Personel harus memotong batu karang menggunakan alat breaker selama kurang lebih 20 hari untuk membuka akses. Setelah itu, jalur ditimbun dengan tanah dan dicor agar lebih rata dan aman dilalui pengunjung," ujar Direktur Polairud Polda NTT Kombes Irwan Nasution.

Menurutnya, pembangunan jalan setapak dan bertujuan untuk memudahkan wisatawan turun ke lokasi. Awalnya dilengkapi dengan pegangan tangan demi faktor keselamatan, namun sebagian dilepas atas permintaan pemilik lahan agar tetap mempertahankan kesan alami gua.

“Pekerjaan ini membutuhkan waktu dan tenaga besar, tetapi kami pastikan hasilnya bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengunjung,” kata Kombes Irwan.

Sejarah Gua Kristal

Secara historis, Gua Kristal Bolok merupakan lahan milik masyarakat adat, salah satunya dari suku Klapeka, marga Neno. Dahulu, kawasan ini hanyalah kebun yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari seperti berkebun, mencuci, dan mandi.

Tokoh Adat setempat yang juga pemilik lahan Gua Kristal, Christofel Neno mengatakan, gua ini sudah ada sejak masa pendudukan Jepang dan pernah dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian serta penyimpanan logistik. 

Namun, keberadaannya belum banyak diketahui publik karena masih tertutup hutan dan belum diakses secara luas.

Perubahan mulai terjadi sekitar tahun 2006 hingga 2015, ketika wisatawan asing datang dan mengunggah keindahan gua ini ke media sosial. Dari situlah nama “Gua Kristal” muncul, merujuk pada kejernihan airnya yang berwarna biru dan dasar gua yang terlihat jelas seperti kaca atau kristal.

Secara geologis, gua ini terbentuk secara alami dari proses pelarutan batuan kapur (karst) selama ribuan tahun, menciptakan kolam alami yang unik dan memikat.

Ketua Adat setempat yang juga pemilik lahan Gua Kristal , Christofel Neno mengatakan, awalnya lokasi ini belum dikenal luas karena masih berupa hutan. Namun setelah dibuka sebagai kebun, perlahan pengunjung mulai berdatangan hingga akhirnya dikenal sebagai destinasi wisata.

Kepala Desa Bolok, Melkianus Christofel Neno, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dan kepolisian dalam pengembangan Gua Kristal. Ia menilai perubahan yang terjadi saat ini sangat signifikan, terutama dari sisi keselamatan dan kenyamanan.

“Kalau dulu aksesnya berbahaya, sekarang sudah jauh lebih baik. Harapan kami, destinasi ini bisa menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan ekonomi desa,” ujarnya.

Pemerintah desa kini juga menyiapkan pengelolaan berbasis masyarakat melalui kelompok sadar wisata. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan fasilitas, tetapi juga standar pelayanan, keamanan, serta pengelolaan tarif agar wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik.

Dengan keindahan air sebening kaca dan suasana alami yang masih terjaga, Gua Kristal Bolok menjadi salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur yang patut masuk dalam daftar kunjungan wisatawan.

Kegiatan ini dihadiri Wakapolda NTT Kombes Baskoro Tri Prabowo, Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra dan pejabat utama Polda NTT. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya