Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menggotong peti jenazah menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras. Aksi berisiko ini dilakukan karena jembatan gantung yang menjadi akses utama warga ambruk sejak tahun 2021 dan hingga kini belum diperbaiki, Sabtu (25/4/2026).
Peristiwa itu terjadi saat warga Dusun Laihiding hendak mengantar jenazah ke rumah duka. Jenazah sebelumnya dibawa menggunakan ambulans dari Kota Waingapu, namun perjalanan terhenti di tepi sungai karena tidak adanya akses lanjutan menuju kampung tujuan.
Tanpa pilihan lain, warga kemudian bergotong royong mengangkat peti jenazah dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sungai Kambaniru menjadi satu-satunya jalur yang harus dilalui.
Sungai tersebut dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat musim hujan. Meski saat kejadian debit air relatif menurun, ketinggian air masih mencapai leher orang dewasa.
Kondisi ini memaksa warga berjalan perlahan sambil menjaga keseimbangan. Mereka harus memastikan tidak terpeleset atau terbawa arus, sekaligus menjaga agar peti jenazah tetap aman.
Peti jenazah yang dibalut kain tenun khas Sumba itu digotong oleh sejumlah pria dewasa tanpa alat bantu. Untuk sampai ke rumah duka, mereka bahkan harus menyeberangi sungai sebanyak dua kali.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena Sungai Kambaniru juga dikenal sebagai habitat buaya. Ancaman tersebut menjadi risiko nyata yang harus dihadapi warga di tengah duka.
Sebuah video amatir yang merekam peristiwa ini viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat warga berjalan beriringan sambil memikul peti jenazah melintasi sungai yang tampak keruh dan berarus kuat.
“Tidak ada jalan lain. Kami harus lewat sini,” ujar Erens, salah seorang warga yang ikut menggotong peti jenazah.
Kepala Desa Kiritana, Jhonson Dena Tola, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak jembatan gantung rusak akibat badai Seroja pada April 2021.
Menurutnya, warga telah berulang kali mengusulkan perbaikan jembatan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. “Terkendala di administrasi. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketiadaan jembatan tidak hanya menyulitkan aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama dalam situasi darurat seperti pengantaran jenazah. (H-3)
Kedua terdakwa yakni Sacarias Lenggu alias Saca dan Sedelti Remi alias Delti, dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primair
BNPP mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan di perbatasan
Myscha, siswi SD di Manggarai Timur, NTT, kirim surat ke Presiden Prabowo. Ia curhat soal Makan Bergizi Gratis, takut keracunan, hingga kondisi sekolah rusak.
Dua wisatawan asal Spanyol di evakuasi medis dari perairan Pulau Padar, karena mengalami lemas, pusing, dan muntah.
Johni Asadoma menegaskan program rumah layak huni harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
BNI memberdayakan ratusan perempuan penganyam di Pulau Solor melalui program berkelanjutan. Fokus pada peningkatan ekonomi, kualitas produk, hingga penanganan stunting di NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved