PSSI Mulai Godok Konsep Piala Presiden 2026

Khoerun Nadif Rahmat
13/4/2026 07:10
PSSI Mulai Godok Konsep Piala Presiden 2026
PSSI tengah mematangkan format Piala Presiden 2026. Erick Thohir dorong peran aktif pemerintah daerah dan kaji kehadiran klub asing di tengah padatnya agenda Piala Dunia.(PSSI)

FEDERASI Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah mematangkan konsep dan format turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan pihaknya akan mengkaji lebih mendalam mengenai teknis penyelenggaraan Piala Presiden 2026 pada Kamis (16/4) mendatang bersama dengan Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait.

"Untuk Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi," ujar Erick kepada pewarta.

Dalam rancangannya, Erick menginginkan Piala Presiden 2026 menjadi tanggung jawab kolektif, termasuk keterlibatan aktif dari pemerintah daerah. Ia mendorong para gubernur, bupati, hingga wali kota untuk berkontribusi besar bagi semaraknya sepak bola di daerah masing-masing.

"Kami ingin juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi ya, supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Tidak hanya tanggung jawab PSSI, Bapak Presiden, Pak Ara, tetapi gubernur, bupati, walikota berkontribusi untuk nama besar daerahnya," tegasnya.

Terkait komposisi peserta, terutama peluang kehadiran klub luar negeri seperti edisi sebelumnya, PSSI belum bisa memberikan kepastian.

Erick menyebut adanya tantangan jadwal yang cukup padat, mengingat tahun ini bertepatan dengan agenda Piala Dunia 2026 dan ajang Piala Dunia Antarklub.

"Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia dan klub-klub sendiri baru selesai pertandingan klub World Cup kemarin. Jadi ini yang mungkin juga perlu ada pertimbangan seperti apa. Tapi ini masih kita godok lah. Mungkin mudah-mudahan Kamis sudah ada formulanya," tambah Erick.

Di sisi lain, Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas konsistensi PSSI dalam menggulirkan turnamen itu.

Menurutnya, keberhasilan ajang pramusim ini merupakan buah sinergi dari seluruh elemen dalam ekosistem sepak bola nasional.

"Ingat, dalam sepak bola tidak ada superman, yang ada super tim. Yaitu klub, manajer, pemain, media, sponsor, regulator, pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang membantu keamanan. Dan semua itu menjadi satu kesatuan ekosistem yang terkontrol," pungkas Maruarar. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya